Air Terjun Suco Lor Viral, Rekomendasi Wisata Akhir Pekan

  • 05 Apr 2026 14:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Destinasi wisata Air Terjun Suco Lor di Desa Sucolor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai mencuri perhatian wisatawan setelah viral di media sosial sejak Februari 2026. Meski belum resmi dibuka, lokasi ini diserbu ratusan pengunjung setiap hari, terutama saat akhir pekan, karena menawarkan panorama alam asri dengan air terjun setinggi puluhan meter serta suasana sejuk yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Keindahan Air Terjun Suco Lor menjadi daya tarik utama. Aliran air yang jatuh dari ketinggian puluhan meter menghantam bebatuan dan menciptakan kabut tipis yang menyegarkan. Suara gemericik air yang konstan menghadirkan ketenangan bagi pengunjung yang ingin melepas penat.

Selain itu, terdapat ikon unik berupa batang kayu besar berlubang di bagian tengah yang kerap dijadikan spot foto favorit. “Bentuknya sangat artistik dan sering dijadikan spot foto ikonik, seolah-olah berada di dalam lorong pohon purba,” kata Setyowati, pengunjung asal Jember.

Fenomena alami tersebut menambah kesan eksotis sekaligus mistis di kawasan air terjun. Keunikan ini menjadikan Suco Lor berbeda dari destinasi air terjun lainnya di Jawa Timur.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Bondowoso hingga area parkir. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 45 menit hingga satu jam melalui jalur tanah dan bebatuan yang cukup menantang.

Seluruh kendaraan tidak diperbolehkan masuk ke area air terjun karena kondisi medan yang berbahaya. Namun, pengelola menyediakan jasa ojek dengan tarif Rp35 ribu per orang bagi pengunjung yang tidak ingin berjalan kaki.

Sesampainya di lokasi, kelelahan perjalanan terbayar dengan panorama alam yang memukau. Pengunjung disambut pemandangan pohon besar berlubang yang seolah menjadi gerbang alami sebelum menikmati air terjun yang jernih dan segar.

“Ternyata apa yang ada di medsos dan kondisi aslinya nggak beda jauh. Jadi nggak mengecewakan,” ujar Zainal Arifin, pengunjung asal Situbondo.

Popularitas Air Terjun Suco Lor berawal dari konten sederhana yang diunggah oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Upaya tersebut kemudian berkembang dengan mengundang kreator konten hingga menarik perhatian luas.

“Alhamdulillah kita buat kontennya, alhamdulillah meledak,” kata Abdurrahman, Ketua Pokdarwis Suco Lor.

Sejak saat itu, geliat wisata mulai terasa. Apalagi dengan keterlibatan mahasiswa KKN yang turut membantu pengembangan potensi wisata di desa tersebut.

Puncaknya terjadi pada Februari 2026, saat akun media sosial Pokdarwis berhasil menembus 180 ribu pengikut. Dampaknya, jumlah pengunjung melonjak signifikan hingga mencapai 500 orang dalam satu hari saat akhir pekan, sementara hari biasa mencapai puluhan orang.

Lonjakan wisatawan ini mendorong pengelola untuk mulai melakukan penataan. Akses diperbaiki, transportasi disiapkan, serta masyarakat sekitar dilibatkan dalam pengelolaan.

Dampak ekonomi pun mulai dirasakan warga. Pemuda desa beralih profesi menjadi ojek wisata, warga membuka lahan parkir, hingga berjualan makanan di sekitar lokasi.

Meski demikian, pengelola menegaskan bahwa air terjun bukan tujuan akhir pengembangan wisata di Sucolor. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pintu masuk menuju jalur pendakian Gunung Argopuro.

“Sebenarnya goal kita itu bukan di air terjunnya. Ini sebuah tempat untuk singgah. Tujuan utama kami adalah untuk pendakian Argopuro,” tutur Abdurrahman.

Pengelola juga telah menjalin komunikasi dengan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk membuka jalur pendakian baru. Jika terealisasi, Sucolor berpotensi menjadi gerbang baru wisata petualangan di Bondowoso.

Hingga kini, belum ada tarif masuk resmi untuk menikmati wisata tersebut. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir dan jasa ojek bagi yang menggunakan layanan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....