Wisata Pantai Lumajang Dipadati, Forkopimda Perketat Pengawasan

  • 28 Mar 2026 22:07 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang – Pada puncak libur Lebaran, seluruh objek wisata pantai di Kabupaten Lumajang dipadati pengunjung. Kondisi ini mendorong Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat mengintensifkan pengawasan guna memastikan keamanan dan keselamatan wisatawan, Sabtu, 28 Maret 2026.

Pemantauan dilakukan secara langsung di sejumlah titik wisata pantai selatan yang menjadi favorit masyarakat selama momentum H+7 Idul Fitri atau Hari Raya Ketupat. Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi potensi risiko, terutama kecelakaan laut akibat tingginya aktivitas pengunjung.

Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa tradisi mandi di pantai selatan merupakan budaya turun-temurun masyarakat Lumajang yang memiliki makna spiritual mendalam. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk pensucian diri serta simbol peleburan dosa.

“Tradisi ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Forkopimda bertujuan memastikan kegiatan berjalan aman tanpa mengurangi nilai budaya yang ada,” ujar Anton.

Momentum H+7 Lebaran yang berlangsung pada Kamis, 27 Maret 2026 hingga Sabtu, 29 Maret 2026 diprediksi menjadi puncak lonjakan kunjungan ke destinasi wisata bahari di Lumajang. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan pantai untuk merayakan tradisi Lebaran Ketupat.

Sejumlah lokasi wisata yang menjadi fokus pengamanan antara lain Pantai Bambang, Pantai Watu Pecak, dan Pantai Mbah Drajit. Di titik-titik tersebut, aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, serta instansi terkait disiagakan secara penuh.

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan menitikberatkan pada upaya pencegahan kecelakaan laut, seperti wisatawan terseret arus atau tenggelam. Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak berenang di zona berbahaya.

Selain itu, pengunjung diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam mendukung kelancaran aktivitas wisata di kawasan pantai selatan.

Kegiatan pemantauan ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga stabilitas dan kenyamanan selama masa libur Lebaran.

Dengan langkah antisipatif tersebut, tradisi Hari Raya Ketupat di Lumajang diharapkan dapat berlangsung khidmat, aman, serta tetap lestari sebagai warisan budaya masyarakat setempat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....