Stasiun Padat, Wisata Banyuwangi Bergairah

  • 20 Jan 2026 19:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Lonjakan penumpang kereta api selama libur panjang Isra’ Mi’raj 2026 menjadi sinyal menggairahkan bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Stasiun Banyuwangi Kota dan Stasiun Ketapang sebagai gerbang utama masuknya wisatawan,selama periode libur 15–18 Januari 2026.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember mencatat, jumlah penumpang yang turun di seluruh stasiun wilayah Kabupaten Banyuwangi mencapai 20.657 orang. Sementara penumpang yang berangkat dari Banyuwangi tercatat sebanyak 20.217 orang.

Kepadatan penumpang di dua stasiun utama tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan berkunjung ke Bumi Blambangan. Jalur kereta api dinilai menjadi pilihan favorit karena kenyamanan, ketepatan waktu, serta konektivitas langsung ke berbagai destinasi wisata unggulan.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan lonjakan penumpang selama libur panjang ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi utama. Lonjakan penumpang kereta api ini turut berdampak pada meningkatnya aktivitas pariwisata karena banyak wisatawan yang turun di Banyuwangi melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi unggulan, seperti TWA Kawah Ijen, Pantai Boom Marina, Pulau Merah, Bangsring Underwater, hingga Pulau Tabuhan.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi selama 4 hari libur. Kereta api tetap menjadi pilihan utama karena aman, efisien, dan nyaman, terutama untuk keperluan wisata dan silaturahmi keluarga,” ujar Cahyo, Selasa (20/1/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menyebut lonjakan penumpang kereta api sebagai indikator positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Pemerintah daerah mendorong sinergi antarsektor agar momentum lonjakan wisatawan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan destinasi dan pusat layanan wisata.

“Kepadatan penumpang di stasiun selama libur panjang ini menjadi sinyal baik bagi pariwisata Banyuwangi. Kami berharap dampaknya bisa dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, perhotelan, dan jasa transportasi lokal,” kata Taufik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....