BUMDes Citra Mandiri, Lahan Tidur Menjadi Destinasi Wisata

  • 30 Des 2025 12:09 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Suara tawa anak-anak pecah di antara percikan air yang memantul dari kolam renang berbentuk angka delapan. Di Dusun Tegal Bago, Desa Arjasa, Kabupaten Jember, suasana ceria itu kini menjadi pemandangan sehari-hari. Puluhan anak tampak asyik bermain air di kolam dangkal setinggi lutut orang dewasa, sementara para orang tua duduk santai di gazebo beratap ijuk, ditemani jajanan dari warung-warung warga sekitar.

Tak banyak yang menyangka, lahan seluas dua hektare yang dulu nyaris tak tersentuh kini menjelma menjadi Wisata Citra Mandiri (WCM) sebuah destinasi wisata keluarga murah meriah yang dikelola langsung oleh BUMDes Citra Mandiri. Kawasan wisata ini menjadi bukti bagaimana desa mampu mengolah potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan bersama.

Kolam renang anak sepanjang 21 meter dan lebar 12 meter itu merupakan wahana pertama yang dibangun. Proyek tersebut dimulai pada 2022 melalui dukungan Dana Desa sebesar Rp392 juta dan resmi dibuka awal 2023. Keberhasilan wahana ini kemudian disusul pembangunan kolam dewasa serta fasilitas pendukung lainnya.

Direktur BUMDes Citra Mandiri, Rizal Firmansyah, mengenang awal mula lahirnya gagasan wisata desa tersebut. Menurutnya, embrio Wisata Citra Mandiri berawal pada 2021, ketika BUMDes mendirikan pusat UMKM kuliner berupa angkringan di atas tanah kas desa. Tujuannya sederhana: membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Dari situ kami melihat lahannya punya potensi besar. Kontur tanahnya berundak, udaranya sejuk, banyak pepohonan, dan ada tandon air besar. Akhirnya muncul ide membuat wisata air yang ramah keluarga,” tutur Rizal Selasa (30/12/2025).

Usulan itu mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Arjasa. Melalui Dana Desa, kolam renang anak dibangun lengkap dengan perosotan, air mancur, toren air bergerak, hingga ornamen patung lumba-lumba dan kura-kura yang menjadi daya tarik anak-anak.

Sejak dibuka, Wisata Citra Mandiri cepat menyedot perhatian. Tak hanya warga Arjasa dan kecamatan sekitar, pengunjung juga datang dari Bondowoso hingga Malang. Strategi yang diterapkan pengelola terbilang sederhana namun efektif: fokus pada wahana anak-anak dan tarif masuk yang sangat terjangkau.

“Tiket hanya Rp5.000 per orang. Anak-anak senang main air, orang tua pun senang karena murah dan aman,” ujar Rizal.

Strategi itu terbukti berhasil. Pada hari biasa, jumlah pengunjung mencapai ratusan orang dengan pendapatan sekitar Rp1 juta per hari. Saat akhir pekan, angka kunjungan melonjak drastis hingga 1.500–2.500 orang.

Manfaat ekonomi pun dirasakan langsung oleh warga. BUMDes mempekerjakan masyarakat setempat sebagai petugas parkir, kebersihan, dan penjaga loket dengan upah sekitar Rp1,2 juta per bulan. Pedagang kecil—mulai dari cilok, telur gulung, es cendol, somay, hingga mainan anak—ikut menikmati peningkatan omzet.

Kontribusi terhadap desa juga nyata. Wisata Citra Mandiri menerapkan skema bagi hasil, di mana 30 persen pendapatan bersih disetorkan ke kas desa sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya digunakan untuk pengembangan wisata.

Wisata Citra Mandiri buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB, dengan area angkringan melayani pengunjung hingga pukul 23.00 WIB. Khusus kolam renang anak, operasional ditutup setiap Jumat demi menjaga kebersihan dan kualitas air.

Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Wisata Citra Mandiri menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat berdaulat secara ekonomi melalui pengelolaan profesional, dukungan pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat. Dari lahan yang dulu terabaikan, kini tumbuh harapan baru bagi kesejahteraan warga Desa Arjasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....