Menengok Catimor Homestay, Peninggalan Koloni Belanda di Ijen

  • 07 Des 2025 11:45 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso: Sejumlah bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang bersejarah masih berdiri kokoh di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, dan terus dilestarikan hingga saat ini oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu dari masa lalu adalah Catimor Homestay, yang terletak di Desa Kalianyar.

Bangunan yang dikelola oleh PTPN sebagai bagian dari usaha agribisnis dan pariwisata, menyajikan nuansa sejarah yang kuat kepada setiap pengunjungnya. Sebelum menjalani transformasi menjadi sebuah tempat penginapan yang nyaman dan menawarkan pengalaman unik, Catimor Homestay ini dahulu dikenal dengan nama Loji Blawan.

Loji Blawan bukanlah bangunan sembarangan, melainkan rumah tinggal megah seorang tuan Meneer Belanda, yang dengan arsitekturnya yang khas, menyisakan kenangan panjang akan masa penjajahan sekaligus menampilkan gaya hidup kaum kolonial pada masa itu. Pengunjung yang datang ke sini dapat merasakan atmosfer tempo dulu sembari menikmati keindahan alam pegunungan di sekitarnya.

Saat diserahkan ke Indonesia, Loji kemudian menjadi rumah pembesar perkebunan atau disebut administratur. Baru kemudian di tahun 2012, dirubah menjadi Catimor Homestay.

Bangunan tersebut dibangun pada tahun 1894 atau sekitar 131 tahun lalu. Ini sebagaimana tulisan di bagian atas bangunan. Tulisannya "Anno 1894".

Loji Blawan tersebut tak sepenuhnya bangunan tembok. Sebagian masih berdindingkan bambu.

Menariknya, dinding bambu atau pun dinding bata ini tak pernah berubah. Bahkan, lantai bambu juga masih sejak seabad lalu. Terakhir dilakukan perawatan atau pengecatan tembok yakni tahun 2002 lalu.

"Tak pernah renovasi, dinding ini juga dari Belanda. Lantai juga tak pernah. Kita cuma cat aja," jelas Setyobudi, Sekper PTPN 1 Regional 5, Minggu (7/12/2025).

Beberapa bagian dalam bangunan juga terdapat tungku pembakaran. Fungsinya sebagai perapian untuk menangkal hawa dingin.

Di beberapa dinding terdapat banyak lukisan yang diperkirakan usianya belasan tahun. Kata Nuris tak berani ada yang memindah karena khawatir mengurangi nilai sejarah atau pun artistiknya.

"Ini yang tak terlacak, karena saat saya baru masuk sini 2011 lalu ya kayak gini sudah. 14 tahun lalu, tanya senior ya udah begini, tak ada yang berani mindah," jelasnya.

Kini Catimor menjadi Homestay yang menyediakan sejumlah kamar dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu.

Di bagian belakang, sudah dibuat bangunan terpisah untuk kamar yang juga disewakan.

"Bangunan baru yang belakang itu," jelasnya.

Menurut Setyobudi, dulu pernah Loji Blawan ini dijadikan tempat shooting film berjudul Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (2016), yang dibintangi oleh Bunga Citra Lestari.

"Pernah dulu, di cerita itu ayah Bunga Citra Lestari itu sakit dirawat disini," pungkasnya.

Selain Loji Blawan, bangunan Belanda di Kecamatan Ijen juga ada Pesanggerahan Sempol, Guest House 1927 Jampit

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....