Bupati Ipuk Masuk Tiga Besar Wonderful Indonesia Award

  • 28 Nov 2025 18:49 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani masuk dalam tiga besar nominasi kategori Most Inspiring Tourism Leader (MITL) diajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap berbagai peran dan inovasi para pemangku kepentingan pariwisata dalam mendorong pengembangan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bupati Ipuk dinilai sebagai salah satu kepala daerah yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pariwisata nusantara. Berbagai terobosan yang ia lakukan dinilai berdampak signifikan bagi kemajuan pariwisata Banyuwangi dan kontribusi terhadap pariwisata Indonesia.

Ipuk berkesempatan mempresentasikan visi, misi, dan strategi pengembangan pariwisata Banyuwangi di hadapan dewan juri serta pejabat Kementerian Pariwisata secara daring pada Kamis (27/11/2025). Sesi paparan tersebut dibuka oleh Sekretaris Menteri Pariwisata, Bayu Aji.

Bayu Aji menyampaikan bahwa Wonderful Indonesia Award merupakan apresiasi bagi berbagai pihak yang berkontribusi nyata dalam pengembangan destinasi, peningkatan layanan, serta penguatan ekosistem pariwisata berkelanjutan.

“Award ini memberikan pengakuan kepada pemerintah daerah yang inovatif dan visioner. Kami ingin mengapresiasi sekaligus memotivasi daerah untuk terus memajukan pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Bayu, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan bahwa penilaian dilakukan terhadap tiga besar nominator di masing-masing kategori provinsi, kota, dan kabupaten. “Para nominator ini adalah yang terbaik dari ratusan daerah lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Banyuwangi sebagai salah satu nominator dalam WIA 2025. Ipuk menegaskan bahwa pariwisata Banyuwangi dikembangkan bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pelecut untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pariwisata. Kami mengarahkan visi pariwisata Banyuwangi dalam lima tahun menjadi pariwisata unggul dan berdaya saing, yang ujungnya peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Bupati Ipuk, um'at (28/11/2025).

Ia mengakui bahwa periode awal kepemimpinannya berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Namun, melalui sejumlah langkah strategis seperti Program Banyuwangi Rebound, pariwisata daerah perlahan bangkit.

“Kami fokus menyelamatkan sektor pariwisata, termasuk memberikan bantuan ekonomi kepada para pelaku wisata,” ucap Ipuk.

Bertahap, Banyuwangi kembali menggerakkan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event, termasuk event sport tourism berskala internasional seperti Tour de Banyuwangi Ijen dan World Surf League (WSL). Selain itu, pengembangan desa wisata terus ditingkatkan hingga kini mencapai 99 desa, disertai inovasi wisata terbaru seperti Ijen Golden Route.

Menurut Ipuk, berbagai langkah tersebut berdampak positif pada peningkatan kunjungan wisatawan dan kinerja ekonomi Banyuwangi. Pendapatan per kapita naik dari Rp58,08 juta (2023) menjadi Rp62,09 juta (2024), sedangkan PDRB meningkat dari Rp101,29 triliun (2023) menjadi Rp108,92 triliun (2024).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....