Air Terjun Embun Pelangi, Surga Tersembunyi di Sumberwringin
- 23 Nov 2025 15:47 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Air Terjun Embun Pelangi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, menjadi salah satu tujuan favorit baru berkat panorama tebing hijau dan bias pelangi tipis yang kerap muncul ketika cahaya matahari membentur jatuhan air.
Dari pusat Kecamatan Sumberwringin, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 31 menit. Akses jalan menuju titik awal trekking sudah beraspal, meski jalurnya terjal dan membuat pengunjung harus berhati-hati. Setibanya di area parkir sederhana di rumah warga, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10–15 menit melewati kebun penduduk dan jalur hutan yang masih alami.
Suasana langsung berubah ketika gemuruh air terdengar dari balik pepohonan. Tebing menjulang, pepohonan rimbun, serta udara lembab khas hutan membuat area air terjun terasa teduh dan menyegarkan. Banyak pengunjung memilih menghabiskan waktu dengan berfoto, duduk santai, atau merendam kaki di aliran sungai jernih di bawahnya.
“Airnya sangat segar, suasananya tenang. Sebanding lah dengan pesona yang ditawarkan,” ujar Dedi, wisatawan asal Situbondo yang mengaku puas meski harus sedikit berjuang untuk mencapai titik air terjun.
Dengan panorama hijau yang mendominasi, aliran air jernih, dan semburat pelangi yang sesekali muncul, Air Terjun Embun Pelangi menjadi opsi ideal bagi pecinta wisata alam yang ingin merasakan ketenangan tanpa harus menempuh pendakian ekstrem. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika cahaya matahari lebih lembut.
Meski menawarkan pemandangan memukau, hingga kini pengunjung tidak dikenai biaya masuk. Destinasi ini mulai dikembangkan sejak 2024 melalui kerja sama mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Sukorejo, dan pihak kecamatan, meski keberadaan air terjun sudah lama diketahui warga setempat.
Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, mengatakan pengelolaan dan fasilitas dasar di lokasi tersebut masih dalam proses penataan. “Kami akan lakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya.
Probo menjelaskan, potensi wisata Embun Pelangi mulai terekspos kembali ketika mahasiswa KKN menemukan dan memetakan area itu pada 2024. Ke depan, pengelolaan direncanakan dilakukan secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Fasilitas seperti akses jalan, area parkir, hingga spot foto juga akan terus dibenahi.
“Target kami, Air Terjun Embun Pelangi dapat menjadi ikon wisata alam Sumber Wringin, bersanding dengan agrowisata kopi dan jalur pendakian yang sudah lebih dulu dikenal,” tambahnya.
Konsep wisata berbasis alam dan komunitas (community based tourism) menjadi fokus dalam pengembangan destinasi tersebut agar manfaat ekonomi dapat dirasakan warga sekitar.
Awal tahun lalu, tim dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso juga telah meninjau langsung lokasi untuk melihat potensi wisata yang ditawarkan.
Dengan segala keindahannya, Air Terjun Embun Pelangi kini menjadi “surga tersembunyi” yang siap menyambut lebih banyak wisatawan, tanpa kehilangan sentuhan alami yang menjadi daya tarik utamanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....