Kemiren Rayakan Hari Jadi ke-168 dengan Atraksi Budaya
- 05 Nov 2025 21:03 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Dalam rangka memperingati hari jadi ke-168, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menggelar serangkaian acara seni dan budaya. Pawai budaya menjadi pembuka kegiatan yang rutin digelar setiap 5 November tersebut.
Ketua Panitia Hari Jadi Desa Kemiren, Haidi Bing Slamet, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian budaya Osing yang menjadi identitas masyarakat setempat. Usai pawai budaya, acara dilanjutkan dengan selamatan tumpeng di balai desa, disertai berbagai atraksi seni tradisional.
“Peringatan hari jadi ini tidak hanya sebagai ajang hiburan, tapi juga sarana mempererat kebersamaan warga dan menjaga tradisi leluhur,” ujar Haidi, Rabu (5/11/2025).
Keesokan harinya, masyarakat melaksanakan tradisi nyekar ke makam leluhur Buyut Cili sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi pendiri desa. Sebagai puncak perayaan, digelar Festival Ngopi Sepuluh Ewu, tradisi khas Kemiren yang telah menjadi ikon budaya Banyuwangi. Dalam festival ini, masyarakat Kemiren menyiapkan sekitar 150 kilogram kopi untuk disuguhkan kepada para tamu dan pengunjung.
Haidi menjelaskan, tradisi Ngopi Sepuluh Ewu menggambarkan filosofi masyarakat Kemiren dalam menyambut tamu dengan penuh keramahan.
“Budaya ini mencerminkan nilai suguh gupuh lungguh artinya tamu yang datang akan disambut dengan suguhan dan keramahan. Itulah jati diri warga Kemiren,” ungkap Haidi.
Tahun ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kemiren. Desa yang dikenal dengan kekayaan budaya Osing tersebut resmi ditetapkan sebagai desa wisata terbaik oleh Badan Wisata PBB, bersamaan dengan Desa Pemuteran, Bulelelng Bali. Pengakuan internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga, sekaligus dorongan untuk terus menjaga keaslian budaya dan tradisi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....