Megalit Fest 2025, Promosi Budaya di Museum Terbuka
- 04 Nov 2025 13:29 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) menggelar Megalit Fest 2025 untuk pertama kalinya. Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Terbuka atau sebelumnya yang dikenal dengan Pusat Informasi Megalit Bondowoso (PIMB), Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Selasa (4/11/2025), dan akan berlangsung selama empat hari hingga 7 November 2025.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempromosikan kekayaan budaya Kabupaten Bondowoso, khususnya situs-situs megalitikum yang tersebar di berbagai wilayah.
“Bondowoso Megalit Fest ini kegiatan perdana yang kami adakan tahun ini. Selain untuk promosi budaya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peningkatan status PIMB yang kini telah diakui secara nasional sebagai Museum Terbuka Megalit Bondowoso (MTMB),” ujar Gede.
Ia menambahkan, peresmian Museum Terbuka Megalit Bondowoso dijadwalkan dilakukan langsung oleh Bupati Bondowoso pada acara penutupan Megalit Fest, pada Jumat (7/11/2025) mendatang. Festival ini dikemas dalam bentuk kegiatan edukatif dan seni budaya yang melibatkan pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
“Hari pertama ini kami libatkan siswa-siswi SMP untuk kegiatan Edu Fun Tourism dan lomba vlog. Besok, siswa SMA akan membuat video pendek, sedangkan hari ketiga siswa SD mengikuti lomba menggambar sketsa bertema megalit. Pada penutupan nanti akan ada pagelaran seni berjudul Sang Leluhur,” jelasnya.
Bondowoso sendiri dikenal sebagai “Kota Megalitikum” dengan jumlah situs megalit tercatat mencapai 1.423 situs, yang tersebar di 22 kecamatan. Kawasan Grujugan menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi situs megalit terbanyak.
Gede Budiawan menambahkan, meski sudah naik status menjadi museum terbuka, masih ada beberapa catatan dari pihak kementerian yang akan dilengkapi ke depan, seperti penyediaan perpustakaan, ruang laktasi, dan sarana disabilitas.
“Catatan tersebut tidak menghalangi PIMB menjadi museum terbuka, karena syarat utamanya sudah terpenuhi. Kekurangan itu akan kami lengkapi bertahap melalui dukungan Pemkab dan juga usulan ke Kementerian Kebudayaan,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya Megalit Fest 2025, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya megalitikum yang menjadi identitas kebanggaan daerah.
Sementara itu, Lucky Westiko Wati, seorang guru yang turut mendampingi siswanya dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan Megalit Fest. Ia menilai kegiatan ini memberi pengalaman belajar langsung bagi siswa mengenai sejarah dan budaya lokal.
“Saya senang sekali dengan kegiatan ini. Anak-anak jadi tahu bahwa Bondowoso punya sekitar 1.600 koleksi megalitikum, dan baru mereka sadari setelah ada Ijen Geopark. Ini membuat mereka tertarik mencari literasi tentang situs-situs megalit di Bondowoso,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga selaras dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) karena menggabungkan unsur belajar dan bermain secara alami.
“Anak-anak senang, tapi juga belajar. Bahkan kami diminta untuk mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan tema Ijen Geopark. Jadi semua mata pelajaran bisa dikaitkan dengan kearifan lokal,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....