Kemenparekraf Puji Gandrung Sewu Sebagai Event Budaya Konsisten
- 25 Okt 2025 21:44 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Banyuwangi, yang konsisten menggelar Gandrung Sewu yang merupakan salah satu event budaya khas. GAndrung Sewu 2025 yang memasuki gelaran ke 13 tersebut, merupakan salah satu pagelaran tari kolosal terbesar di Indonesia, bahkan saat pandemi Covid-19, festival ini tetap digelar secara virtual di berbagai daerah. Atas konsistensi tersebut,
Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti mengatakan, penyelenggaraan Gandrung Sewu setiap tahun menunjukkan bahwa Banyuwangi konsisten menghadirkan event budaya dengan kualitas tinggi. Kementerian mencatat, Gandrung Sewu berhasil masuk dalam daftar 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) selama empat tahun berturut-turut.
“Ini adalah tahun keempat Gandrung Sewu masuk dalam KEN. Ini membuktikan komitmen Banyuwangi dalam menyelenggarakan event yang berkualitas secara konsisten,” kata Erwita Dianti, saat menyaksikan langsung Gandrung Sewu di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025).
Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) secara langsung kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
“Ini menunjukkan Banyuwangi memiliki komitmen kuat menjunjung kearifan lokal, menghadirkan event yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga bernilai budaya,” ujar Erwita.
Pada 2025, Kemenparekraf menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4,65 persen.
Erwita menyebut, konsistensi Banyuwangi dalam menggelar berbagai event dapat mendukung pencapaian target tersebut. Kemenparekraf mengapresiasi upaya Banyuwangi dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata, dimana sejak 2012, daerah ini telah dikenal sebagai penyelenggara Banyuwangi Festival (B-Fest), yang setiap tahunnya menghadirkan puluhan agenda budaya dan wisata secara berkesinambungan.
“Target itu hanya bisa tercapai dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi dengan masyarakat, pelaku industri wisata, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif,” ucap Erwita.
Bentuk kolaborasi itu tampak jelas dalam pagelaran Gandrung Sewu tahun ini yang melibatkan 2.500 seniman, termasuk 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah lain di Indonesia.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Gandrung Sewu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. penyelenggaraan event semacam ini
“Event ini memiliki multiplier effect bagi daerah. Penginapan penuh, warung rakyat ramai pembeli, pedagang laris, hingga penyewaan kendaraan meningkat. Ini berkah untuk Banyuwangi,” kata Ipuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....