Menempuh 18 Jam Terbang Demi Gandrung Sewu Banyuwangi

  • 23 Okt 2025 09:00 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Dian Novita rela menempuh perjalanan udara selama 18 jam demi bisa tampil di panggung Gandrung Sewu 2025. Warga asal Tegaldlimo, Banyuwangi, yang kini tinggal di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat tersebut rela pulang kampung untuk menari dalam Gandrung Sewu, sebagai wujud kecintaan terhadap tanah kelahiran.

Dian merupakan salah satu dari ratusan diaspora Banyuwangi yang ikut memeriahkan ajang tahunan ini. Bahwa Dian ikut berlatih dengan ribuan penari gandrung, di Sttdion Diponegoro Banyuwangi, Sabtu (18/10/2025).

Dian Novita mengaku antusias dan siap tampil maksimal di Gadrung Sewu 2025. Menurutnya bisa tampil di pagelaran kolosal Gandrung Sewu meruakan kehormatan, karena memang Ia warga asli Banyuwangi, yang sangat mencitai budaya tanah Blambangan.

“Saya sangat antusias. Ini pertama kalinya saya ikut Gandrung Sewu di Banyuwangi. Meski menempuh perjalanan 18 jam dari Amerika, saya tetap semangat. Ini bentuk cinta saya pada budaya daerah,” ujar Dian, Sabtu (18/10/2025).

Kepulangan Dian bukan sekadar nostalgia, melainkan wujud kecintaannya pada budaya Banyuwangi yang terus ia kenalkan di tanah rantau. Ia bahkan rutin memperkenalkan tarian Gandrung dalam kegiatan komunitas diaspora Indonesia di Amerika.

Selain Dian, Tri Wahyu Puspitasari, diaspora Banyuwangi di Sorong, Papua, juga turut ambil bagian bersama dua rekannya. Mereka mengaku bangga bisa kembali menari di tanah asal setelah sekian lama tinggal di perantauan.

“Kami rutin menampilkan tarian Gandrung di Sorong. Meski jauh dari Banyuwangi, kami tetap menjaga semangat dan cinta pada budaya daerah,” Tri.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan keikutsertaan diaspora menunjukkan bahwa Gandrung Sewu telah menjadi ruang perekat lintas daerah dan bangsa.

“Yang membanggakan, tahun ini ada penari dari luar daerah, dari Papua, bahkan dari Amerika. Ini bukti bahwa budaya Banyuwangi mampu mempersatukan siapa pun yang mencintainya,” ungkap Ipuk, Kamis (23/10/2025).

Ajang Gandrung Sewu 2025 diikuti lebih dari seribu penari dari berbagai usia, termasuk 200 penari dari sepuluh kabupaten/kota lain seperti Malang, Kediri, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bali, dan Situbondo.

Tahun ini, Gandrung Sewu mengangkat tema "Selendang Sang Gandrung" yang siap menjadi magnet pariwisata dan kebanggaan daerah, sekaligus membuktikan bahwa semangat budaya Banyuwangi telah menembus batas geografis hingga kancah internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....