Jelang Festival Gandrung Sewu, Ini Sejarah Serta Filosofinya

  • 15 Okt 2025 09:54 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Di ujung timur Pulau Jawa, terhampar sebuah perayaan budaya kolosal yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menghanyutkan jiwa: Festival Gandrung Sewu. Sebuah agenda pariwisata tahunan yang telah menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Banyuwangi. Festival ini menyuguhkan pemandangan spektakuler ribuan penari Gandrung yang serempak menari dengan latar belakang keindahan Selat Bali yang mempesona.

Festival Gandrung Sewu lebih dari sekadar tontonan seni. Ia adalah manifestasi dari kekayaan budaya Banyuwangi, ajang pelestarian tradisi, sekaligus magnet pariwisata yang berhasil menarik ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Dengan tema yang berganti setiap tahun, festival ini selalu menawarkan narasi baru yang memperkaya pemahaman kita tentang identitas dan kearifan lokal "Bumi Blambangan." Bersiaplah menyaksikan keindahan yang menyentuh kalbu, di mana harmoni gerakan ribuan penari seolah menyambut setiap deburan ombak.

Dilansir dari laman kemenpar.go.id, tahun ini Festival Gandrung Sewu akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Oktober 2025 dengan mengangkat tema “Selendang, Sang Gandrung”. Secara sejarah dan filosofinya tari Gandrung dikenal dengan keindahan gerakannya yang khas, mengombinasikan tangan, kaki, dan bahu secara selaras sehingga tercipta tarian yang ekspresif sekaligus memikat.

Pada masa penjajahan, Gandrung tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai simbol perlawanan. Gerakannya yang penuh energi menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral serta semangat patriotisme kepada masyarakat Banyuwangi. Seiring perkembangannya, tarian ini tidak semata dipersembahkan bagi manusia, melainkan juga sebagai wujud penghormatan kepada alam semesta yang memberi kehidupan dan kesejahteraan. Setiap gerakan memiliki makna tersendiri: kelembutan tangan mencerminkan rasa syukur dan penghormatan, sedangkan langkah kaki yang dinamis melambangkan kerja keras serta keteguhan hati.

Dalam pementasan besar, ratusan penari biasanya tampil bersama, bergerak kompak menciptakan harmoni layaknya sebuah simfoni gerak. Lebih dari sekadar seni pertunjukan, Gandrung menghadirkan pesan tentang keterhubungan manusia dengan alam dan nilai spiritual yang mendalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....