Sawai, Maluku: Permata Tersembunyi di Ujung Seram

  • 13 Okt 2025 15:43 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Tersembunyi di pesisir utara Pulau Seram, Provinsi Maluku, desa Sawai adalah destinasi wisata yang masih alami dan jauh dari keramaian wisatawan. Dikenal sebagai salah satu desa tertua di Maluku, Sawai menawarkan kombinasi menakjubkan antara laut biru kristal, hutan tropis yang lebat, serta kehidupan masyarakat pesisir yang masih menjaga kearifan lokal. Hamparan laut yang tenang menjadikan kawasan ini surga bagi pecinta laut dan petualangan alam. Dengan ekosistem bawah laut yang masih sangat terjaga, wisatawan bisa menikmati aktivitas snorkeling dan diving di perairan sekitar Teluk Sawai. Terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan tropis, bahkan penyu dan lumba-lumba kadang terlihat berenang bebas, menjadikan pengalaman bawah laut di sini sangat istimewa.

Salah satu daya tarik utama di Sawai adalah penginapan-penginapan terapung yang dibangun di atas laut. Dari atas balkon kayu yang sederhana, pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbit, menyaksikan gerombolan ikan berenang di bawah kaki mereka, atau sekadar bersantai sambil meresapi ketenangan alam. Beberapa penginapan terkenal seperti Ora Beach Resort dan Lisar Bahari menawarkan suasana tenang yang cocok untuk pasangan, keluarga, atau solo traveler yang ingin “disconnect” dari dunia luar dan terhubung dengan alam.

Tak hanya lautnya, wilayah daratan Sawai juga menyimpan kekayaan hayati luar biasa. Terletak dekat dengan Taman Nasional Manusela, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna endemik, termasuk burung nuri, kakatua seram, dan kuskus. Trekking ke dalam hutan tropis di sekitar desa akan membawa pengunjung pada pengalaman ekowisata yang menyentuh. Suara kicauan burung, udara segar, dan pohon-pohon tinggi menjadi teman perjalanan yang memanjakan indera.

Budaya lokal di Sawai pun tak kalah menarik. Masyarakatnya hidup dengan nilai-nilai tradisional yang kuat, mulai dari sistem adat, musik tradisional, hingga kuliner khas Maluku seperti ikan bakar segar, papeda, dan colo-colo yang menggugah selera. Penduduk lokal yang ramah sering kali membuka pintu rumah mereka untuk tamu dari luar, membuat pengalaman menginap di Sawai tidak hanya indah secara visual, tetapi juga hangat secara emosional.

Untuk mencapai Sawai, perjalanan memang membutuhkan usaha lebih. Wisatawan harus terbang ke Ambon, lalu melanjutkan perjalanan dengan kapal laut atau pesawat kecil menuju Masohi di Pulau Seram. Dari Masohi, perjalanan darat sejauh kurang lebih 4-5 jam melewati jalanan hutan yang berliku akan membawa pengunjung ke desa Sawai. Meski cukup panjang, keindahan dan kedamaian yang menanti di ujung perjalanan ini akan membayar semua lelah dengan pengalaman yang tak terlupakan.

Sawai bukan hanya tempat wisata, melainkan pelarian dari hiruk-pikuk dunia modern menuju pelukan alam yang tenang, jujur, dan memesona. Bagi siapa pun yang mencari kedamaian, keindahan alam asli Indonesia, serta pengalaman budaya yang otentik, Sawai adalah jawaban yang jarang diketahui, namun layak dikunjungi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....