Ribuan Penari Siap Tampil di Gandrung Sewu 2025

  • 09 Okt 2025 07:37 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Lebih dari seribu penari akan menampilkan pagelaran seni kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Pertunjukan yang digelar rutin sejak 2012 ini menjadi salah satu event budaya unggulan yang selalu menyedot ribuan wisatawan setiap tahunnya.

Pantai Marina Boom yang berlatarkan Selat Bali kembali disulap menjadi panggung megah bagi tarian khas Banyuwangi tersebut. Sejak digelar pertama kali, Gandrung Sewu bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga simbol pelestarian budaya dan kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan.

“Gandrung Sewu bukan semata pertunjukan tari kolosal, tapi ajang pelestarian budaya sekaligus konsolidasi sosial. Lebih dari seribu penari terlibat, mulai dari pelajar hingga penari senior. Ini salah satu event kebanggaan Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (9/10/2025).

Menurut Ipuk, tampil di Gandrung Sewu merupakan kebanggaan tersendiri bagi para penari. Setiap tahun panitia harus menyeleksi ribuan peserta. Tahun ini, lebih dari 2.000 penari mengikuti seleksi.

“Mereka didukung penuh oleh orang tua yang antusias menyiapkan segala sesuatunya. Pemkab hanya menstimulus penyelenggaraannya. Kami mengajak wisatawan menyaksikan bagaimana anak-anak Banyuwangi menampilkan seni budaya dengan penuh cinta dan energi melestarikan budaya leluhurnya,” ujar Bupati Ipuk.

Tahun ini, Pemkab Banyuwangi juga membuka kesempatan bagi penari dari luar daerah. Sedikitnya 200 penari dari 10 kabupaten/kota akan bergabung menari bersama para penari Gandrung Banyuwangi.

“Ada peserta dari Malang, Kediri, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bali, Probolinggo, dan Situbondo. Bahkan beberapa diaspora di Sorong, Papua, dan Sumatera Selatan juga ikut berpartisipasi,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman.

Salah satu peserta dari luar daerah, Atika Zahra asal Pasuruan, mengaku senang bisa ikut tampil di panggung Gandrung Sewu. “Saya menyukai tarian-tarian Banyuwangi, terutama Gandrung. Senang sekali akhirnya bisa terlibat di event akbar ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Safira Firdaus, peserta asal Sidoarjo. “Saya bangga bisa ikut Gandrung Sewu. Meski bukan asli Banyuwangi, saya sangat terinspirasi tarian ini,” katanya.

Rangkaian Gandrung Sewu tahun ini juga diisi sejumlah kegiatan pendukung. Dimulai pada 23 Oktober dengan festival musik, kemudian pada 24 Oktober digelar prosesi Meras Gandrung—ritual bagi penari sebelum tampil di panggung utama.

Pada malam harinya, wisatawan dapat menikmati Banyuwangi Percussion Festival di Terminal Terpadu Sobo, yang menampilkan empat sanggar musik dengan pertunjukan atraktif alat musik perkusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....