Sa’langseng Prajekan Lor: Seni, Peradaban, dan Kebersamaan
- 14 Sep 2025 08:45 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso : Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso menggelar Malam Anugerah Sa’langseng yang sarat dengan nuansa budaya dan penghargaan terhadap para pelaku seni. Acara ini bukan hanya sekadar panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk merajut kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan tradisi.
Asisten 2 Pemkab Bondowoso, Abdurrahman, menegaskan bahwa Malam Anugerah Sa’langseng merupakan tenunan sejarah yang menghubungkan jejak peradaban masa lalu dengan denyut kehidupan hari ini. Menurutnya, budaya tidak boleh dipandang sebagai milik masa lalu semata, melainkan menjadi napas kehidupan hari ini dan bekal peradaban untuk masa depan.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku budaya, seniman, dan khususnya kaum perempuan yang tanpa lelah menjaga warisan tradisi. Perempuan adalah ibu peradaban, dari ketabahan mereka lahir generasi yang berakar pada nilai sekaligus berani menjelajah zaman,” ujarnya.
Abdurrahman menekankan bahwa malam anugerah ini adalah kehormatan, bukan hanya bagi karya seni yang ditampilkan, tetapi juga bagi kesadaran bersama bahwa budaya adalah tali pengikat bangsa.
“Malam ini kita semua adalah penenun kesadaran, merajut benang ikatan agar tidak terputus dari akar sejarah sekaligus meneruskan estafet perjuangan bangsa,” tambahnya.
Menurutnya, masyarakat Prajekan Lor terus menjaga dan merawat identitas kultural. Seni dan budaya menjadi sumber kekuatan yang mampu meneguhkan jati diri serta membuka jalan menuju Bondowoso yang lebih maju dan bermartabat.
“Marilah kita jadikan momentum ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai gerakan merawat tradisi, menguatkan identitas, dan membangun peradaban yang berkeadilan,” pungkas Abdurrahman.
Kepala Desa Prajekan Lor, Fandi Shofan Hidayat, menjelaskan, pemilihan genre sendiri memang terkadang tidak cukup akrab. Namun, di dalamnya tadi ada kombinasi kendang dan perkusi Madura.
Bahkan, pihaknya mendatangkan kurator musik asal Bondowoso.
"Untuk megadaptasi supaya itu mudah diterima," ujarnya.
Ia menjelaskan acara tahunan sejak 2013 ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya di desanya. Desanya merupakan salah satu desa budaya di Bondowoso yang telah dinobatkan sejak 2018 lalu.
Karena itu, selain menampilkan sajian lagu Madura. Juga ada penampilan Ronjhengan, serta pemberian penghargaan orang yang berkontribusi di bidang pelestarian budaya di Prajekan Lor.
"Tadi ada 2, ada pelestari Tari Remong, dan Pencak Silat. Tahun lalu pelestari bahasa," ungkapnya.
Dia menerangkan tema Sa'langseng merupakan upaya pelestarian bahasa Madura. Bahkan, sebelum itu pihaknya telah melakukan kajian apa makna Sa'langseng yang belum ada di dalam kamus bahasa dan kosa kata Madura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....