Lungsuran, Ritual Penyucian Akhiri Rangkaian Adat Seblang Olehsari Banyuwangi
- 11 Apr 2025 23:48 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Tradisi lungsuran, sebuah ritual penyucian diri, menandai berakhirnya rangkaian upacara adat Seblang Olehsari yang telah memukau masyarakat dan wisatawan. Prosesi ini dilaksanakan sehari setelah ritual utama Seblang usai, menjadi penutup yang khidmat bagi perhelatan budaya tahunan ini.
Dalam tradisi lungsuran, seluruh elemen penting dalam ritual Seblang, mulai dari penari Seblang yang penuh kharisma, para sinden dengan lantunan merdunya, para penabuh gamelan yang enerjik, hingga anggota adat lainnya, menjalani prosesi penyucian. Mereka dimandikan dengan air suci yang berasal dari tujuh sumber mata air berbeda di Desa Olehsari. Air tersebut tidak hanya istimewa karena asalnya, namun juga karena telah dicampur dengan beragam bunga yang sebelumnya telah didoakan secara khusus oleh para sesepuh adat.
Ketua Adat Desa Olehsari, Ansori menjelaskan tradisi lungsuran merupakan ritual untuk menjauhkan diri dari sengkolo arau energi negatif. Selian itu dalam Lungsuran merupakan cara dalam memohon ridho kepada Tuhan, sekaligus sebagai cara untuk membersihkan diri secara lahir dan batin setelah terlibat dalam rangkaian upacara yang sakral.
"Lungsuran ini diyakini untuk menjauhkan diri dari sengkolo atau energi negatif pada diri kita. Ritual merupakan cara untuk membersihkan diri secara lahir dan batin setelah terlibat dalam rangkaian upacara yang sakral," ungkap Ansori, Jum'at (11/4/2025).
Prosesi lungsuran berlangsung dengan khidmat. Para sesepuh adat secara bergantian menyiramkan air suci tersebut kepada para pelaku ritual. Penari Seblang menjadi yang pertama menerima siraman air suci, diikuti oleh para sinden, penabuh gamelan, dan seluruh anggota adat yang terlibat.
Sebagai puncak dari tradisi lungsuran sekaligus penutup seluruh rangkaian upacara adat Seblang Olehsari, digelar sebuah selamatan. Hidangan khas seperti pecel pitik yang kaya rempah dan jenang abang yang manis legit tersaji sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan atas kelancaran seluruh prosesi adat.
Tradisi lungsuran bukan sekadar ritual pembersihan diri. Lebih dari itu, ia adalah manifestasi dari upaya pelestarian budaya dan warisan leluhur yang kaya akan makna spiritual dan sosial bagi masyarakat Olehsari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....