Festival Kuwung: Pelangi Budaya Banyuwangi yang Memukau

  • 08 Des 2024 20:43 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Keindahan dan keberagaman tradisi seni dan budaya Banyuwangi, tersaji dalam Festival Kuwung 2024. Gelaran yang diselenggarakan di RTH Maron Genteng, menjadi bagian dari Banyuwangi Festival 2024 ini menyuguhkan pesta budaya yang meriah dan sarat makna.

Iringan gamelan dan angklung Banyuwangian mengiringi langkah ribuan penampil dalam balutan kostum yang elok. Parade mobil hias dengan miniatur budaya daerah semakin menambah semarak suasana. Berbagai pertunjukan seni budaya daerah memukau penonton, seperti Tari Gandrung, Kuntulan, Jaranan Buto, Jakripah, Barong, hingga Tari Bali.

Atraksi Barong dengan gerakan lincahnya sukses memikat para penonton. Festival Kuwung juga menjadi ajang bagi berbagai etnis dan budaya yang ada di Banyuwangi untuk menunjukkan keunikan dan kekayaan tradisi mereka.

"Kuwung bermakna pelangi, yang menggambarkan warna-warni tradisi dan budaya Banyuwangi. Semua ini menghasilkan harmoni yang menjadi modal sosial membangun Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka acara, Sabtu (7/12/2024).

Tahun ini, Festival Kuwung mengusung tema "Peningset Cinde Sutro" yang bermakna keberagaman suku, agama, dan ras di Banyuwangi terikat menjadi satu. Keberagaman tradisi ini ditampilkan dalam lima distrik, mulai Banyuwangi, Blambangan, Bangorejo, Rogojampi, dan Genteng.

Distrik Banyuwangi menampilkan Tradisi "Jamasan", prosesi memandikan pusaka peninggalan Buyut Cungking Wongso Karyo. Distrik Blambangan dengan Tradisi "Baritan", upacara selamatan di sekitar sumber mata air.

Tradisi "Pedut Tlatah Purwo", doa dan ritual sesaji di Alas Purwo ditampilkan oleh Distrik Bangorejo. Distrik Rogojampi dengan Tradisi "Sangyang Tuwuh", ritual masyarakat Aliyan dengan tembang-tembang penuh harapan. sementara Distrik Genteng menampilkan Tradisi "Kawin Tebu", prosesi perkawinan dua batang tebu terbaik.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....