Pemkab Jember Ajak Gotong Royong Hadapi Perubahan Iklim

  • 04 Feb 2026 10:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak perubahan iklim. 

Langkah ini dinilai strategis guna menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di tingkat daerah.

Sekretaris Bakesbangpol Jember, Poerwahjoedi, menyatakan bahwa keterlibatan masyarakat sangat krusial karena pemerintah memiliki keterbatasan sumber daya. Partisipasi aktif mulai dari tingkat RT hingga organisasi masyarakat menjadi kunci dalam mitigasi bencana lingkungan.

"Kesejahteraan tidak akan terwujud jika sektor pertanian terganggu akibat faktor iklim," kata Poerwahjoedi pada dialog Jember Menyapa di RRI Jember, Senin 02 Februari 2026.

Ia mendorong gerakan menjaga lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir di musim hujan. 

Analis Pasar Hasil Pertanian, Herdyk Eryantristyan, menyarankan diversifikasi pangan sebagai solusi menghadapi ketidakpastian musim tanam. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah guna menanam kebutuhan pokok secara mandiri. 

"Pemanfaatan teras pangan dapat memenuhi kebutuhan gizi minimal keluarga di masa sulit," kata Herdyk. 

Upaya ini juga didukung melalui program desa beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Jember, Prof. Soetriono, menekankan pentingnya hilirisasi produk pertanian. Petani diharapkan tidak hanya menjual produk mentah, tetapi memberikan nilai tambah melalui pengolahan hasil panen.

"Diversifikasi vertikal seperti mengolah cabai menjadi sambal dapat mengurangi risiko kegagalan ekonomi," kata Prof. Soetriono. 

Ia juga mengingatkan pentingnya pemetaan kesesuaian lahan dan perbaikan sarana irigasi di wilayah terdampak.

Gotong royong dalam penyediaan sarana prasarana produksi (saprodi) juga menjadi sorotan untuk membantu petani kecil. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional.

Masyarakat diharapkan mulai beralih ke pola konsumsi pangan lokal yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kesadaran kolektif untuk berhenti membuang makanan atau "stop boros pangan" menjadi pesan penutup dalam dialog ini. 


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....