Pendapa Pate Alos Besuki Jadi Simbol Budaya Situbondo

  • 31 Jan 2026 07:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pendapa Pate Alos Besuki resmi diperkenalkan kembali sebagai pusat pelestarian nilai sejarah. Bangunan ini menjadi simbol penting bagi perjalanan budaya di Kabupaten Situbondo.

Sejarawan Situbondo, Halil Budiarto, menegaskan bahwa pendapa tersebut bukanlah bangunan baru. Struktur ini merupakan hasil restorasi bangunan asli yang didirikan sejak tahun 1803.

"Pendopo Pate Alos Besuki itu bukan bangunan baru. Ini bangunan zaman dulu yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya kabupaten," ujar Halil pada dialog Jember Menyapa di RRI Jember, Rabu 28 Januari 2026.

Menurutnya, Besuki memiliki peran besar dalam tatanan pemerintahan masa lalu. Wilayah ini menjadi cikal bakal lahirnya Kabupaten Situbondo saat ini.

"Besuki bisa dikatakan sebagai cikal bakal dari lahirnya Kabupaten Situbondo hari ini. Bupati pertamanya diangkat pada 15 Agustus 1818," jelasnya.

Pegiat cagar budaya, Irwan Kurniadi, menyoroti pentingnya pemanfaatan bangunan setelah proses restorasi. Ia menilai bangunan tanpa fungsi akan lebih cepat mengalami kerusakan.

"Melestarikan cagar budaya bukan cuma rekonstruksi bangunan. Poin utamanya adalah pemanfaatan dari bangunan itu sendiri," kata Irwan.

Irwan menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat krusial. Edukasi berkelanjutan diperlukan agar generasi muda tetap menghargai warisan leluhur.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap nilai sejarah Besuki. Ia menyarankan agar kawasan ini dinaikkan statusnya menjadi cagar budaya nasional.

"Tanggapan Pak Menteri melampaui ekspektasi kami. Beliau menyebut bangunan ini layak menjadi cagar budaya peringkat nasional," kata Halil.

Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana mengembangkan Besuki sebagai kota heritage. Program ini diharapkan mampu meningkatkan sektor ekonomi melalui wisata sejarah.

Dialog ini ditutup dengan pesan penting untuk tidak sekali-kali meninggalkan sejarah. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga identitas bangsa.

"Jangan pernah mengabaikan nilai penting dari sebuah peninggalan sejarah. Jika diabaikan, kita akan kehilangan jati diri," Kata Irwan, Mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....