Limbah Kayu Pantai Disulap Jadi Kerajinan Ekspor

  • 17 Mei 2026 15:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Tumpukan kayu yang terbawa ombak dan terdampar di pesisir pantai Bali kerap dianggap sebagai limbah yang mengganggu lingkungan. Namun di tangan Wayan Sudira, kayu-kayu bekas tersebut justru diubah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi hingga menembus pasar ekspor.

Melalui usaha Ulu Sari Handicraft, Wayan mengolah limbah kayu laut menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Upaya tersebut sekaligus mendukung pengurangan sampah pantai dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait konsumsi dan produksi berkelanjutan serta pelestarian ekosistem laut.

Sejak bergabung dengan PNM ULaMM pada 2017, Wayan memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang membantu pengembangan bisnisnya. Kini, Ulu Sari Handicraft memiliki dua workshop di Singaraja dan Tegallalang serta mempekerjakan 45 karyawan.

Sebagian pekerja yang direkrut berasal dari masyarakat sekitar hingga mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19. Dari limbah yang semula dianggap tidak bernilai, usaha tersebut justru membuka lapangan pekerjaan bagi banyak keluarga.

Saat banyak usaha mikro terdampak pandemi, permintaan produk Ulu Sari Handicraft justru meningkat dari pasar internasional. Produk kerajinan mereka kini rutin dikirim ke berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Bagi Wayan, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian bisnis, tetapi juga bentuk rasa syukur karena dapat mengubah limbah menjadi manfaat ekonomi dan sosial.

“Semua ini saya yakini karena jalan Tuhan. Dari kayu yang terbuang, syukur bisa menjadi rezeki untuk keluarga, karyawan, dan masyarakat sekitar. Yang bisa kami lakukan adalah menjaga kepercayaan dan terus bekerja sebaik mungkin,” ujar Wayan.

Kisah Ulu Sari Handicraft menjadi contoh bagaimana pemberdayaan usaha mikro tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga lingkungan dan sosial masyarakat. Limbah pantai yang sebelumnya menjadi persoalan berhasil diolah menjadi produk bernilai sekaligus membuka peluang hidup bagi warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....