Pemberdayaan Digital STIA Pembangunan Jember Dorong Kemandirian Perempuan

  • 13 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember– Ketergantungan ekonomi kerap menjadi belenggu utama yang menahan perempuan dalam lingkaran Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Mengurai benang kusut masalah tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember merealisasikan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Binaan Gerakan Peduli Perempuan Jember melalui Program Pasar Kita”.

Program yang berlangsung sepanjang tahun 2026 ini berfokus pada penguatan kapasitas manajemen usaha dan pemasaran berbasis digital bagi kelompok perempuan rentan.

Pelaksanaan program pemberdayaan ini didanai secara penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, khususnya dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Nungky Viana Feranita, M.M. dari STIA Pembangunan Jember, menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah sepuluh orang perempuan wirausahawan penyintas KDRT binaan mitra Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember yang berdomisili di Kecamatan Sukorambi dan Kecamatan Panti.

"Kebanyakan penyintas sulit keluar dari situasi kekerasan karena tidak memiliki akses finansial mandiri," ujar Nungky Viana kepada RRI melalui keterangan tertulis, Kamis 13 Agustus 2026.

Oleh karena itu, intervensi dirancang untuk mentransformasi usaha mikro mereka melalui wadah 'Pasar Kita' agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekosistem digital.

Inisiatif ini dilaksanakan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari Dr. Asmuni, M.AP. (STIA Pembangunan Jember) dan Nurul Aini, S.KM., M.Kes. (Politeknik Kesehatan Jember), serta dibantu oleh mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Niaga, Juniar Pratiwi dan Yuliana Supriyanti.

Rangkaian kegiatan pengabdian diawali sejak pertengahan Mei 2026 di Aula Surachmad STIA Pembangunan Jember melalui sosialisasi dan pemetaan kemampuan awal peserta.

Memasuki bulan Juni, para peserta dibekali serangkaian pelatihan praktis, mulai dari pengoperasian alat pembayaran digital seperti dompet digital (Dana, GoPay, ShopeePay), mobile banking, hingga transaksi standar QRIS.

Selain itu, tim pelaksana memberikan edukasi literasi keuangan yang krusial mengenai pencegahan risiko pinjaman online (pinjol) ilegal, sekaligus mengenalkan tata cara mengakses permodalan resmi pada lembaga keuangan formal yang legal dan aman.

"Para wirausahawan perempuan ini juga diajarkan strategi optimalisasi toko daring melalui kanal e-commerce dan media sosial popular seperti Instagram, TikTok, serta Shopee untuk memperluas jangkauan pasar hingga lintas wilayah," tambahnya.

Guna menunjang keberlanjutan produksi konten pemasaran digital, tim pelaksana menyerahkan bantuan investasi alat teknologi tepat guna kepada masing-masing dari sepuluh peserta pada awal Juli 2026. Bantuan perangkat tersebut meliputi unit microphone clip-on wireless Brica untuk memperjelas kualitas audio promosi, tripod Takara untuk menjaga kestabilan pengambilan gambar, serta ring light Mixio lengkap dengan stand Takara guna memaksimalkan pencahayaan produk.

Penyerahan aset ini dilanjutkan dengan pendampingan teknis secara langsung ke rumah dan tempat usaha masing-masing anggota mitra.

Hasil pendampingan dan evaluasi akhir yang dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026 menunjukkan lompatan kapasitas mitra yang luar biasa. Kesiapan melayani transaksi nontunai meningkat pesat dari yang sebelumnya tidak ada sama sekali menjadi 80 persen. Pemahaman mengenai akses permodalan legal juga melonjak hingga 90 persen.

Di sisi pemasaran, 100 persen peserta kini telah mampu mengelola etalase toko daring secara mandiri di berbagai media sosial dan platform e-commerce, serta mengalami kenaikan kualitas konten promosi hingga 90 persen.

Keberlanjutan program ini semakin diperkuat dengan terdaftarnya dua karya intelektual berhak cipta resmi yang dirancang oleh tim pelaksana sebagai panduan wirausaha, yakni Modul Literasi dan Inklusi Keuangan terkait Alat Pembayaran Digital dan Pinjaman Online serta Modul Pemasaran melalui Platform E-Commerce.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, dan organisasi kemasyarakatan ini diharapkan mampu menjadi pijakan kokoh bagi para perempuan penyintas KDRT di Kabupaten Jember untuk bangkit, mandiri secara finansial, dan berdaya di era ekonomi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....