Dari Ajudan Bupati ke Pengajar Lapas, Meidian Fauzi M Tebar Harapan di Balik Jeruji

  • 02 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Perjalanan pengabdian Meidian Fauzi Mubarok, S.Pd., M.Pd., Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, menunjukkan bahwa kontribusi bagi masyarakat dapat hadir dalam berbagai bentuk. Dari sebelumnya bertugas sebagai ajudan bupati, kini ia memilih jalur pendidikan sebagai ruang baru untuk memberi manfaat, khususnya melalui perannya sebagai pengajar.

Saat ini, Meidian aktif mengajar di Sanggar Kegiatan Belajar Negeri Banyuwangi serta di Lapas Banyuwangi. Perubahan peran tersebut bukan sekadar pergantian tugas, melainkan pilihan pengabdian yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan akses pendidikan.

Di SKB Negeri Banyuwangi, ia mengajar program kesetaraan Paket B dan Paket C bagi warga belajar yang tidak sempat menempuh pendidikan formal. Sementara di dalam lapas, ia berhadapan langsung dengan warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan, memberikan materi pembelajaran sekaligus motivasi untuk bangkit.

Menurut Meidian, pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam membuka akses belajar tanpa batas. Ia meyakini bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, termasuk warga binaan yang sedang berproses memperbaiki diri.

“Di dalam lapas, saya melihat semangat untuk berubah itu nyata. Pendidikan menjadi jalan bagi mereka untuk bangkit dan memulai hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Pengalaman mengajar di dalam lapas memberinya perspektif yang berbeda tentang makna pendidikan. Ia tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai latar belakang kehidupan yang penuh cerita.

Baginya, warga binaan bukanlah individu yang harus dijauhi, melainkan mereka yang sedang menjalani proses untuk menjadi lebih baik. Melalui pendidikan, mereka diberi ruang untuk belajar, berpikir, dan menata kembali masa depan.

Perannya di SKB juga menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan kesetaraan di Banyuwangi. Dengan pendekatan yang fleksibel, pendidikan nonformal mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Perjalanan Meidian dari ajudan bupati hingga menjadi pengajar di SKB dan lapas menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu berada di panggung utama. Justru, di ruang-ruang sederhana seperti kelas kesetaraan dan balik jeruji, dampak nyata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....