Legenda Kritik Persewangi, Talenta Lokal Tak Diberi Ruang

  • 26 Apr 2026 10:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sejumlah legenda sepak bola melontarkan kritik tajam terhadap pengelolaan Persewangi Banyuwangi. Klub kebanggaan daerah itu dinilai belum memberi ruang optimal bagi talenta lokal untuk berkembang.

Dalam diskusi Meracik Tim Ideal Banyuwangi, Sabtu, 25 April 2026, persoalan minimnya pemain lokal di skuad Persewangi menjadi sorotan utama. Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan potensi pemain muda Banyuwangi yang melimpah.

Mantan pemain Persebaya Surabaya, Bagong Iswahyudi, menegaskan banyak pemain muda Banyuwangi memiliki kualitas baik, namun tidak mendapatkan kesempatan tampil di level klub. Ia menilai, seharusnya Persewangi menjadi pintu masuk bagi pemain lokal untuk naik ke level yang lebih tinggi. Namun dalam beberapa musim terakhir, peran tersebut dinilai tidak berjalan maksimal.

“Potensinya ada dan bagus. Harusnya pemain lokal diberi ruang. Jangan sampai mereka tidak punya tempat untuk berkembang,” kata Bagong, 26 April 2026.

Bagong juga menyoroti tidak adanya kesinambungan pembinaan setelah ajang seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur (Popda), yang kerap melahirkan pemain potensial.

Sementara itu, legenda Arema FC, Imam Hambali, menilai Persewangi kehilangan identitas sebagai tim daerah. Menurutnya, komposisi pemain yang tidak didominasi talenta lokal berpotensi mengikis ikatan emosional antara tim dan masyarakat, yang berdampak pada menurunnya dukungan publik.

“Ada yang hilang dari Persewangi, yaitu karakter dan rasa memiliki terhadap daerah,” ujar Hambali.

Ia menegaskan, pembinaan sepak bola tidak bisa hanya berorientasi pada hasil instan, melainkan harus dibangun dari bawah dengan mengutamakan pemain lokal.

“Jangan semua pemain diambil dari luar. Banyuwangi ini luas, pasti ada talenta kalau mau dicari serius,” tegasnya.

Para legenda mendesak adanya evaluasi serius terhadap manajemen dan arah pembinaan Persewangi. Tanpa perubahan, mereka khawatir potensi besar pemain lokal Banyuwangi akan terus terabaikan dan sulit mengangkat kembali prestasi sepak bola daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....