Jersey Barcelona Gunakan Typeface Unik Karya Penggemarnya

  • 29 Mar 2026 19:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Klub sepak bola FC Barcelona menarik perhatian publik saat tampil dengan jersey berbeda dalam laga babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 melawan Newcastle United pada 18 Maret lalu. Jersey khas biru-merah mereka dimodifikasi dengan jenis huruf unik karya Anna Vives, seorang seniman sekaligus penggemar Barcelona yang memiliki Down syndrome.

Dilansir dari upworthy.com, kolaborasi ini dilakukan dalam rangka memperingati World Down Syndrome Day yang diperingati setiap 21 Maret. Selain membawa pesan inklusivitas, Barcelona juga meraih kemenangan besar 7–2 dalam pertandingan tersebut.

Melalui pernyataan resminya, Barcelona menyebut jersey ini sebagai simbol penghormatan terhadap bakat dan kontribusi Anna Vives. Kolaborasi ini juga difasilitasi oleh FC Barcelona Foundation dan menjadi kali kedua kerja sama serupa dilakukan. Sebelumnya, desain huruf karya Vives juga pernah digunakan dalam ajang Joan Gamper Trophy 2013, sebagai bentuk dukungan terhadap visibilitas penyandang disabilitas intelektual.

Perjalanan kreatif Anna Vives sendiri dimulai pada 2011 setelah ia kehilangan pekerjaannya di sebuah supermarket. Atas dorongan sang kakak, ia mulai belajar menggunakan komputer tanpa tujuan yang jelas. Namun, dari proses tersebut, ia justru menemukan ketertarikan besar pada desain huruf (typeface). Ia kemudian menciptakan gaya huruf unik yang menggabungkan huruf besar dan kecil secara bebas, yang pertama kali didigitalisasi pada 2012.

Kini, karya Vives telah dikenal secara global melalui kampanye “Visible-IN” yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesetaraan sosial bagi penyandang disabilitas. Dalam rangka peringatan Hari Down Syndrome Sedunia, delapan klub sepak bola internasional dari berbagai benua turut menggunakan typeface karyanya sebagai bentuk dukungan.

Hari Down Syndrome Sedunia sendiri telah menjadi bagian dari kalender resmi United Nations atau Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak 2012. Tanggal 21 Maret dipilih sebagai simbol trisomi 21, kondisi genetik yang menyebabkan seseorang memiliki tiga salinan kromosom ke-21. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, memperjuangkan hak-hak penyandang Down syndrome, serta mendorong inklusi sosial di seluruh dunia.

Tahun ini, tema yang diangkat berfokus pada isu kesepian yang kerap dialami penyandang disabilitas intelektual dan keluarganya. Melalui kolaborasi seperti yang dilakukan Barcelona, pesan tentang inklusivitas dan kesetaraan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....