Gagal Tampil di Karnaval Budaya, Puluhan Warga Patemon Luruk Kantor Kecamatan Pakusari

  • 10 Sep 2024 07:30 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Puluhan warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember mendatangi kantor kecamatan setempat, Senin (9/9/2024).

Warga merasa diperlakukan diskriminasi lantaran pihak kecamatan melarang tampilnya kesenian Ogoh -Ogoh saat berlangsungnya karnaval budaya yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember pada Sabtu (7/9) kemarin.

"Kami selaku bagian warga kecamatan Pakusari minta klarifikasi kepada panitia karnaval serta camat pakusari atas tidak diijinkan nya kesenian budaya kami ditampilkan dalam karnaval kabupaten jember tersebut," sesal perwakilan warga desa Patemon, Andy Sugara disela-sela kehadiran warga di kantor kecamatan Pakusari, Senin (8/9/2024).


Padahal dalam pelaksanan karnaval tingkat kecamatan yang dilaksanakan pada akhir Agustus kemarin, Menurut Andy, Kesenian ogoh-ogoh Desa Patemon ditetapkan menjadi juara pertama yang ditunjuk mewakili Kecamatan Pakusari tampil di tingkat Kabupaten.

"Selanjutnya kita diintruksikan oleh pihak kecamatan mengikuti karnaval di kabupaten namun ada himbauan dari panitia kabupaten bahwasanya kesenian kami tidak bisa ditampilkan, tapi yang kami sesalkan ada penampilan peserta karnaval yang masuk kategori himbauan tapi diloloskan bisa tampil, kami menduga ini ada unsur diskriminasi," tegasnya.

Pj Kepala Desa Patemon, Siti Muslihatin mengaku sempat menerima protes dari puluhan warganya atas tidak dapat tampilnya kesenian ogoh-ogoh pada karnaval budaya di kabupaten jember itu.

"Dengan adanya himbauan yang diedarkan pak camat, memang kita kecewa kesenian ogoh-ogoh yang sudah dipersiapkan maksimal dengan biaya banyak hasil swadaya masyarakat patemon tidak bisa tampil, namun karena adanya himbauan itu kita akhirnya menerima," jelasnya.

Namun yang disayangkan warga, kesenian yang ditampilkan untuk mewakili kecamatan Pakusari pada karnaval budaya dengan mengusung adat Dayak yang juga masuk kategori himbauan panitia untuk tidak dapat ditampilkan secara umum.

"Dimana hal itu juga masuk dalam himbauan pakaian tidak sopan, juga tidak boleh ditampilkan, sama-sama melanggar himbauan tapi kenapa pihak kecamatan tidak mewakilkan kepada warga patemon yang sudah diputuskan Muspika juara 1 tingkat kecamatan tapi justru mewakilkan kepada desa yang ada diurutan ke 9 saat karnaval kecamatan," jelasnya.

Sementara Camat Pakusari, Sidiq membenarkan pihaknya menerima aspirasi kekecewaan dari warga desa patemon atas gagalnya kesenian ogoh-ogoh yang semula telah ditunjuk mewakili kecamatan pakusari di tingkat kabupaten itu.

"Semua aspirasi kekecewaan yang disampaikan warga patemon tadi tetap kami akomodir dan lanjutkan kepada panitia tingkat kabupaten, setidaknya kedepan ini menjadi evaluasi dan acuan dari panitia kabupaten agar lebih jelas dan tegas dalam memberlakukan aturan sehingga bisa dipahami dan tidak menimbulkan polemik ditengah warga sendiri," kata Sidiq mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....