Apa Makna Dodol Dawet saat menjelang Pernikahan? Ini Penjelasannya

  • 15 Agt 2024 20:33 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Dalam bahasa Jawa, dodol diartikan sebagai jualan. Sedangkan, dawet merupakan minuman tradisional asli Jawa.

Pada umumnya dodol dawet dilakukan oleh orang tua mempelai wanita yang saling kerjasama menjual dawet untuk para tamu.

Dalam prosesi dodol dawet, ibu mempelai bertugas menyiapkan dawet sekaligus melayani pembeli, sedangkan bapak bertugas memayungi ibu dan melayani pembayaran.

Kerjasama ini menunjukkan bahwa dalam hubungan rumah tangga, baik istri maupun suami harus saling membantu, apalagi dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Menurut Nanang Ferianto, S.Pd Pemateri dalam Workshop Tata Cara Siraman & Midodareni Gaya Surakarta di Remen Café & Resto Kabupaten Pasuruan, Selagi Calon Pengantin wanita pae wiwitan, ayah bunda melaksanakan adicara sade dawet, bentuk cendol yang bulat sebagai niat yang bulat untuk menikahkan putrinya.

"Sebagai sarana beli dalam prosesi ini adalah uang kreweng yang merupakan pecahan genting atau perabot dapur dari tanah liat sebagai lambing sangkan paran dumadi yang tercipta dari tanah kembali ke tanah," ujarnya, Rabu (15/8/1024).

Tak hanya itu, dodol dawet yang dilakukan orang tua juga dimaknai pembagian peran pria-wanita dalam keluarga.

"Ibu berperan sebagai pemberi kasih sayang, pendidik, dan juga pembimbing yang baik pada anak. Bapak sebagai pelindung keluarga, dan pencari nafkah," kata Nanang mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....