Jember, Lumajang dan Banyuwangi Masuk Wilayah dengan Hotspot Terbanyak di Jatim
- 07 Okt 2026 09:12 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Tiga wilayah di kawasan Tapal Kuda yaitu Jember, Lumajang, dan Banyuwangi masuk dalam lima kabupaten/kota dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi perhatian seiring wilayah Tapal Kuda yang masih berada dalam fase musim kemarau pada Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah L., dalam Informasi Cuaca RRI Jember, Rabu (7/10/2026), mengatakan kondisi cuaca di wilayah Tapal Kuda secara umum masih relatif sama. Cuaca pada periode ini mayoritas cerah hingga cerah berawan pada pagi hari, cerah pada siang hingga sore hari, kemudian kembali cerah berawan pada malam hari.
“Suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara berkisar antara 45 hingga 90 persen. Angin didominasi dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam,” ujar Ganis.
Menurutnya, kondisi musim kemarau tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tingkat kewaspadaan karhutla di wilayah Jawa Timur saat ini berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Berdasarkan informasi BMKG, lima kabupaten/kota dengan jumlah hotspot terbanyak di Jawa Timur meliputi Mojokerto, Lumajang, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Dengan demikian, tiga wilayah di kawasan Tapal Kuda, yakni Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Ganis mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan jumlah hotspot tinggi, untuk menghindari pembakaran secara terbuka maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. “Terutama di lahan kering, perkebunan, maupun area sekitar hutan,” katanya.
Selain menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, masyarakat juga diminta meningkatkan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi karhutla. Pemantauan tersebut terutama perlu diperkuat di wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran juga diimbau segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Tapal Kuda pada Rabu ini diperkirakan masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena periode musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran pada lahan yang kering.
Selain potensi karhutla, BMKG juga menyampaikan kondisi cuaca dan gelombang di wilayah perairan. Untuk jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan, dengan kecepatan angin permukaan sekitar 18,5 hingga 38 kilometer per jam dan ketinggian gelombang antara 0,1 hingga 0,8 meter. Sedangkan di perairan selatan Banyuwangi, perairan Situbondo bagian timur, perairan utara Pulau Bali, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Badung, ketinggian gelombang berada pada kategori sedang, yakni sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.
Untuk perairan selatan Pulau Bali, ketinggian gelombang berada pada kategori tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....