Ratusan Pelajar Ikuti Lomba Hari Santri di Bondowoso

  • 06 Okt 2026 17:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Ratusan pelajar SMP/MTs dari berbagai wilayah di Kabupaten Bondowoso mengikuti Lomba Hari Santri Nasional 2026 yang digelar SMKS Manbaul Ulum Wonosari, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman SMKS Manbaul Ulum Wonosari tersebut mengusung tema "Jiwa Santri, Semangat Pramuka, Bergerak Bersama untuk Indonesia". Sebanyak 12 cabang lomba dipertandingkan, mulai dari pionering, PBB tongkat, yel-yel, fotografi, kaligrafi, konten, tahfiz, kitab kuning, puisi, speech contest, drama, hingga nasyid.

Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i membuka langsung kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba yang memadukan nilai keagamaan dengan kepramukaan serta melibatkan pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Bondowoso.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan Lomba Hari Santri Nasional yang dikemas dengan nuansa kepramukaan dan melibatkan pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Bondowoso," katanya.

Menurut As'ad, perpaduan nilai keagamaan dan kepramukaan dapat menjadi pondasi dalam membentuk generasi yang cerdas, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ia menegaskan, kompetisi tersebut tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar tentang sportivitas, keberanian, kerja sama, dan menghargai orang lain.

"Menang adalah prestasi, tetapi karakter yang baik adalah bekal yang jauh lebih penting untuk kehidupan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Humas SMKS Manbaul Ulum Wonosari, Kholik Rahman, mengatakan lomba tersebut dirancang untuk mengasah potensi, bakat, kreativitas, dan kedisiplinan peserta. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pelajar dan lembaga pendidikan.

Hampir seluruh kecamatan di Bondowoso mengirimkan peserta dalam kegiatan tersebut. Menurut Kholik, hal itu menunjukkan bahwa santri memiliki kesempatan berprestasi di berbagai bidang, tidak hanya keagamaan, tetapi juga teknologi, seni, bahasa, dan kreativitas.

"Di balik perlombaan, panitia ingin menanamkan pesan bahwa menjadi santri bukan alasan untuk tertinggal dalam perkembangan zaman," ucapnya.

Kholik menambahkan, sejumlah cabang lomba juga diarahkan untuk menjawab perkembangan minat dan bakat generasi muda, seperti fotografi, pembuatan konten, dan kemampuan berbahasa Inggris. Panitia melibatkan juri yang dinilai kompeten di bidang masing-masing untuk menjaga kualitas kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....