Program SOS Jadi Upaya Satlantas Bondowoso Edukasi Pelajar dan Orang Tua

  • 06 Okt 2026 15:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso: Satuan Lalu Lintas Polres Bondowoso menggencarkan Program SOS (Save Our Students) sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar dan orang tua.

Kasatlantas Bondowoso AKP Heri Nugroho mengatakan, program tersebut dilakukan dengan menyasar sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi secara langsung kepada siswa maupun orang tua. Menurutnya, keselamatan pelajar di jalan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi membutuhkan edukasi dan keterlibatan keluarga. Hal itu disampaikan AKP Heri Nugroho dalam Dialog Jember Menyapa, Selasa 6 Oktober 2026.

“Sudah beberapa kali kami lakukan melalui program SOS, Save Our Students. Kami masuk ke sekolah-sekolah, kemudian memberikan edukasi. Orang tuanya juga kami edukasi,” ujar Heri.

Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam program tersebut. Orang tua dinilai memiliki peran besar dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan kendaraan dan perilaku mereka saat berada di jalan.

Heri mengatakan, masih ditemukan orang tua yang memberikan sepeda motor kepada anak yang belum cukup umur. Kondisi tersebut terkadang dilakukan dengan alasan kepraktisan, karena orang tua memiliki kesibukan sehingga anak dapat berangkat dan pulang sekolah sendiri.

Padahal, menurutnya, usia anak berkaitan dengan kemampuan refleks, pengendalian emosi, serta pemahaman terhadap etika dan keselamatan berkendara. “Komitmen itu harus dimulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga. Orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anak, mulai dari aktivitas mereka di media sosial hingga cara mereka berkendara,” katanya.

Melalui Program SOS, kepolisian juga melakukan penanganan terhadap pelajar yang ditemukan melakukan pelanggaran lalu lintas. Selain tindakan sesuai ketentuan, pelajar diberikan edukasi agar memahami risiko dan pentingnya keselamatan saat berkendara.

Pihak sekolah turut dilibatkan dengan memanggil siswa yang melakukan pelanggaran dan mengharapkan kehadiran orang tua. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam membangun kesadaran berlalu lintas.

Edukasi tidak hanya dilakukan di sekolah. Heri menyebut, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada orang tua dalam berbagai kegiatan, termasuk saat anak-anak taman kanak-kanak melakukan kunjungan ke markas kepolisian. “Ketika ada kunjungan anak-anak TK, itu tidak hanya adik-adiknya yang kami edukasi. Ibu-ibunya juga kami dudukkan di tempat terpisah dan kami berikan edukasi,” jelasnya.

Selain memberikan pemahaman mengenai keselamatan berkendara, Satlantas Bondowoso juga mendorong penggunaan sepeda konvensional bagi pelajar yang memungkinkan untuk bersepeda ke sekolah. Terlebih, Bondowoso telah memiliki jalur pesepeda.

Heri berharap Program SOS dapat memperkuat kesadaran bahwa keselamatan pelajar di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian, sekolah, dan orang tua perlu berjalan bersama agar anak-anak tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, upaya tersebut penting dilakukan sejak dini sehingga budaya tertib dan aman berlalu lintas dapat terbentuk di lingkungan keluarga maupun sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....