Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Siapkan Program Khusus di APBD 2027
- 05 Okt 2026 20:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tancap gas menyusun strategi penanganan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas layanan publik.
Melalui Rancangan APBD 2027, Pemkab Jember menyiapkan serangkaian program terobosan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menegaskan arah kebijakan tersebut usai menghadiri Rapat Paripurna III di Kantor DPRD Jember, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, terdapat kesamaan pandangan yang kuat antara pihak eksekutif dan legislatif untuk mengawal program-program prioritas ini.
"Hampir keseluruhannya kita mempunyai pandangan yang sama antara legislatif dan eksekutif. Ini penting untuk menjaga stabilitas dan percepatan pembangunan daerah," ujar Gus Fawait.
Kesamaan pandangan ini dinilai Gus Fawait penting untuk menjaga komunikasi dan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Di sektor kesehatan, Pemkab Jember akan memperkuat layanan Universal Health Coverage (UHC) dan Home Care.
Selain itu, armada Mobil Cinta dijadwalkan beroperasi mulai Kamis mendatang untuk mengantar pasien kurang mampu dari rumah sakit ke kediamannya secara gratis.
Petugas Home Care juga bakal diintegrasikan dengan pembenahan administrasi kependudukan di lapangan.
Untuk bidang pendidikan, Pemkab Jember tengah memetakan sekolah rusak berat guna pengajuan bantuan revitalisasi ke pemerintah pusat.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program Kejar Paket dengan menggandeng kelompok pengajian lintas agama untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah.
Sektor perumahan dan pengentasan kemiskinan menargetkan perbaikan 2.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari total kebutuhan 7.000 hingga 12.000 unit.
Pendataan dilakukan melibatkan ASN untuk kelompok desil 1 dan mahasiswa KKN Kolaboratif untuk desil 2.
Pemerintah daerah membagi penanganan warga miskin berdasarkan usia.
Warga tidak produktif disokong bantuan sosial dan pangan, sementara warga usia produktif diarahkan ke pelatihan kerja.
Salah satu program unggulan yang disiapkan yakni SMK Go Global untuk pelajar kurang mampu jenjang SLTA sederajat bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
"Jember tidak ingin penanganan kemiskinan hanya berhenti pada bantuan, tetapi harus membuka jalan agar masyarakat produktif bisa bekerja dan meningkatkan pendapatannya," tegas Fawait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....