Sekolah RSBT Lahirkan Siswa Berprestasi, Nasionalis dan Beradab
- 05 Okt 2026 01:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pembentukan karakter siswa menjadi bagian penting dalam pendidikan. Karena sekolah tidak hanya dituntut melahirkan siswa berprestasi secara akademik namun juga memiliki disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepemimpinan.
Inilah yang menjadi alasan SMA Negeri 1 Kapongan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memilih konsep Rintisan Sekolah Berbasis Taruna atau RSBT, dengan mengadopsi pendidikan militer untuk mencetak siswa berdisiplin tinggi, fisik prima, cinta tanah air dan yang terpenting beradab.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kapongan, Saiful Bahri, mengaku, memilih konsep RSBT dengan beberapa pertimbangan di antaranya karena tantangan pendidikan saat ini adalah pembentukan karakter siswa yang punya disiplin tinggi, cinta tanah air, dan mencetak siswa yang beradab.
"Era digitalisasi membawa perubahan sangat besar bagi generasi muda. Di satu sisi, teknologi mempercepat akses informasi, namun di sisi lain degradasi moral, krisis kedisiplinan dan lunturnya nilai nasionalisme dan adab menjadi ancaman nyata," ungkap Saiful Bahri, Minggu, 4 Oktober 2026.
Selain itu, secara geografis Situbondo punya panjang pantai 155 kilometer, dan berpotensi atau mendukung terhadap rintisan sekolah berbasis taruna 'bahari'. Namun tujuan utamanya adalah untuk menarik minat siswa masuk ke SMA Negeri 1 Kapongan.
"Jumlah siswa di sini terus berkurang dari tahun ke tahun. Awalnya, kami punya 24 ruang kelas, namun tahun ajaran ini hanya delapan kelas yang digunakan. Bayangkan, 16 kelas kosong karena siswa terus berkurang," ungkapnya.
Saiful Bahri mengakui bahwa persaingan antara sekolah SMA sederajat saat ini sangat kompetitif sehingga harus membuat inovasi agar siswa berminat untuk sekolah di SMA Negeri 1 Kapongan yang jumlah siswanya terus mengalami penurunan.
"Akhirnya saya mengumpulkan semua guru untuk membuat inovasi agar kelas kita bisa bertambah, karena harus juga memenuhi jam mengajar guru. Lalu kami berjuang dan merintis RSBT," imbuhnya.
Pada Februari 2026, saat Saiful Bahri baru sebulan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kapongan, ia melakukan studi tiru bersama dengan para guru ke SMA Negeri Taruna Nala, Malang, Jawa Timur, sebagai langkah awal membangun sekolah dengan pendekatan RSBT.
"Alhamdulillah dapat respons baik dari kepala sekolah SMA Negeri Taruna Nala dan sekolah kami mendapat kunjungan balasan. Tentu kami sangat senang dan termotivasi untuk mengembangkan RSBT," bebernya.
Saiful Bahri akhirnya berinisiatif untuk mengunjungi Pangkalan TNI-AL di Banyuwangi untuk meminta bantuan tenaga pengajar. Di sana, Saiful Bahri memaparkan RSBT yang mulai dirintisnya.
"Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dua orang tenaga pengajar dari Lanal Banyuwangi. Keduanya hadir setiap hari dan memberikan materi tentang kedisiplinan dan pembentukan karakter," imbuhnya.
Saiful Bahri berharap, SMA Negeri 1 Kapongan, ditunjuk menjadi sekolah taruna. Memang banyak persyaratan yang harus dilengkapi, namun Saiful Bahri optimis, dengan konsistensi merintis RSBT, sekolahnya akan terpilih menjadi sekolah taruna.
"Sekolah kami sekarang siswanya sudah disiplin. Pukul 06:30 Wib mereka sudah mulai apel pagi termasuk kelas reguler dan tenaga kependidikan. Jadi sudah banyak peningkatan," bebernya.
RSBT terbukti mampu menambah jumlah siswa. Pada tahun pelajaran 2025/2026 siswanya menjadi 80 orang yang sebelumnya hanya 40 orang. Saiful Bahri optimis jumlah tersebut akan terus bertambah.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Situbondo, Muhammad Badri mengapresiasi adanya RSBT. Menurutnya, SMA Negeri 1 Kapongan akan diminati dan menjadi idola sekolah menengah atas di Kabupaten Situbondo, karena menggunakan pendekatan RSBT.
"Enam bulan bertugas sudah punya inovasi yang luar biasa. Perlu diketahui bahwa hampir semua sekolah tantangannya adalah kedisiplinan, dan RSBT hadir untuk membentuk kedisiplinan siswa, menarik ini," bebernya.
Menurit Badri, sekolah berbasis taruna ini semestinya dimulai sejak sekolah dasar sehingga siswa punya kedisiplinan, kemandirian, jiwa nasionalisme dan lainnya sejak duduk di sekolah dasar.
"Mestinya sekolah berbasis taruna ini dimulai tingkat dasar yang mengarah pada kedisiplinan," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....