KHR Azaim dan Kiai Afifuddin Masuk Kepengurusan PBNU

  • 04 Okt 2026 20:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memiliki susunan pengurus masa khidmat 2026-2031. Kepengurusan baru itu berjumlah 210 orang tokoh NU dari berbagai latar belakang.

Kepengurusan baru diumumkan oleh Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026. Nama KHR Achmad Azaim Ibrahimy tercatat sebagai Pengurus Rais Syuriah PBNU bersama dengan para ulama terkemuka lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KHR Acmad Azaim Ibrahimy, memang orang baru dalam kepengurusan PBNU karena baru pertama kali namanya tercantum dalam jajaran kepengurusan NU tingkat pusat. Namun ia bukanlah figur asing bagi NU, karena sering terlibat dalam berbagai kegiatan besar NU dan merupakan cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin, tokoh penghubung lahirnya Nahdlatul Ulama.

Selain KHR Achmad Azaim Ibrahimy, jajaran Syuriah dalam kepengurusan baru di antaranya, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, KH Muhammad Cholil Nafis, Prof. Dr. KH. Asrorun Ni'am Sholih, KH Abdul Moqsith Ghazali dan sejumlah ulama lainnya. Sementara posisi Katib Aam dipercayakan kepada Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA.

KHR Achmad Azaim Ibrahimy saat dikonfirmasi RRI mengenai dirinya yang masuk dalam jajaran Pengurus Rais Syuriah PBNU mengatakan bahwa ia berserah diri dan memohon petunjuk Allah SWT dalam menjalankan amanah yang mulia selama lima tahun ke depan.

"Bismillahi maasyaAllah laahawlawalaa quwwata illa billahil'aliyyil'adhiem," ucap lulusan Ma'had Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki, Rusaifah, Makkah itu.

Selain KHR Achmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KH Afifuddin Muhajir juga kembali masuk dalam jajaran pengurus PBNU 2026-2031 sebagai Wakil Rais 'Aam PBNU mendampingi KH Miftachul Akhyar yang kembali terpilih sebagai Rais Aam.

Kiai Afifuddin Muhajir, bukan sosok yang baru bagi kalangan Nahdliyin, sebab ia telah menjajaki kepengurusan PBNU mulai dari Katib Syuriyah, Rais Syuriyah, hingga Wakil Rais Aam pada periode 2021–2026. Kiai Afif, sapaan akrabnya adalah pakar dalam metodologi hukum Islam dan pemikirannya kerap menjadi rujukan saat pembahasan persoalan keagamaan, maupun kebangsaan di republik ini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....