Relawan PMI Jember Asesmen Dampak Psikologis Gempa Nagekeo
- 02 Okt 2026 09:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan asesmen dampak psikososial pascagempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Asesmen menyasar lingkungan sekolah dan permukiman warga untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pendampingan masyarakat terdampak.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Tim Psychosocial Support (PSS) PMI melakukan asesmen di SDK Gawalea, Kelurahan Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, kemudian berlanjut ke RT 30, Kelurahan Danga.
Di SDK Gawalea, tim menggali kondisi siswa dan tenaga pendidik setelah gempa. Sebanyak 99 orang berpotensi menjadi penerima manfaat, terdiri dari 86 siswa serta 13 guru, kepala sekolah dan petugas keamanan.
Tim menemukan kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di tenda darurat yang telah digunakan hampir satu bulan. Langkah tersebut dilakukan karena bangunan sekolah mengalami keretakan, sehingga dikhawatirkan tidak aman digunakan.
Dampak gempa juga dirasakan keluarga siswa. Pihak sekolah menyebut sebagian besar rumah siswa mengalami keretakan, bahkan terdapat satu rumah yang dinilai sudah tidak layak huni.
Anggota Tim PSS PMI Pusat dari PMI Kabupaten Jember, Elvana Kusdijanto, mengatakan asesmen juga menemukan sejumlah siswa masih mengalami rasa takut dan cemas ketika gempa terjadi.
“Tim menggali informasi mengenai kondisi sekolah serta dampak gempa terhadap proses belajar mengajar dan kondisi psikologis siswa maupun tenaga pendidik,” ujarnya.
Menurut Elvana, sekolah tersebut sebelumnya belum mendapatkan layanan khusus berupa dukungan psikososial. Karena itu, hasil asesmen menjadi dasar PMI untuk menyiapkan pendampingan lanjutan, terutama bagi siswa yang membutuhkan dukungan selama masa pemulihan.
Pendampingan nantinya dapat dilakukan melalui kegiatan yang sesuai dengan usia anak, seperti permainan terstruktur, psikoedukasi, serta aktivitas ekspresi kreatif.
Setelah asesmen di sekolah, Tim PSS melanjutkan pendataan awal di RT 30, Kelurahan Danga. PMI menggali kondisi warga, kebutuhan masyarakat, serta kesulitan yang muncul setelah gempa.
PMI menyatakan asesmen menjadi tahapan awal sebelum menentukan bentuk dukungan. Selain kondisi psikologis, tim juga mempertimbangkan kondisi tempat tinggal, keberlanjutan pendidikan anak, dukungan sosial, hingga kebutuhan layanan lainnya.
PMI akan melanjutkan pemantauan dan asesmen di sejumlah lokasi terdampak untuk menentukan bentuk dukungan psikososial yang sesuai. Pendampingan terutama diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk anak-anak dan lansia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....