BPBD Lumajang Terus Distribusikan Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan
- 01 Okt 2026 08:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus melakukan dropping air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Isnugroho, saat dikonfirmasi RRI mengatakan, distribusi air bersih akan tetap berlangsung hingga masa tanggap darurat kekeringan berakhir.
Masa tanggap darurat kekeringan tahap pertama telah ditetapkan mulai 10 Juli hingga 7 Oktober 2026. Masa tersebut dapat diperpanjang apabila kondisi kekeringan masih berlanjut melewati batas waktu yang ditentukan.
| Baca juga: Tinggi Kolom Abu Semeru Tidak Teramati |
"Distribusi air bersih tetap kita lakukan setiap hari hingga status tanggap darurat selesai," ujar Isnugroho Kamis 01 Oktober 2026.
Hingga saat ini, BPBD mencatat terdapat sekitar 200 titik distribusi air bersih yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Ranuyoso, Kedungjajang, Gucialit, dan Padang. Namun, data terbaru menyebutkan dampak kekeringan telah meluas hingga enam kecamatan.
Untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Isnugroho memastikan api telah berhasil dipadamkan. Operasi helikopter water bombing yang dilakukan sejak 27 September 2026 juga telah dihentikan.
Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat air bersih di Desa Gucialit, Hendra, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Menurutnya, warga di desanya memang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
"Sangat terbantu, karena untuk minum, cuci baju, dan masak saja kami kesulitan. Mata air di sini memang tidak ada, jadi setiap kemarau pasti kekurangan air," ungkap Hedra.
Petugas gabungan setiap hari melakukan dropping air bersih menggunakan tandon yang telah disediakan. Warga terdampak kemudian mengambil air secara mandiri sesuai kebutuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....