Semangat Karang Taruna Dukuhmencek Cegah Perkawinan Anak

  • 29 Sep 2026 15:28 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Upaya pencegahan perkawinan usia anak mulai didorong melalui keterlibatan pemuda di tingkat desa. Hal itu dilakukan LBH Jentera Perempuan Indonesia bersama Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember melalui kegiatan Desa Berani Cegah Perkawinan Anak di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember. Kegiatan ini disambut dengan penuh semangat oleh para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Dukuhmencek.

Sebanyak 20 anggota Karang Taruna mengikuti sosialisasi dan forum group discussion (FGD) yang membahas pencegahan perkawinan usia anak serta pemanfaatan kampanye digital sebagai sarana edukasi masyarakat. Dalam diskusi, peserta diajak melihat persoalan perkawinan anak di lingkungan sekitar sekaligus memetakan peran yang dapat dilakukan pemuda. Pembahasan kemudian diarahkan pada bagaimana isu tersebut dapat disampaikan melalui kampanye yang dekat dengan kehidupan remaja dan masyarakat.

Bintang Mega dari LBH Jentera Perempuan Indonesia mengatakan, keterlibatan pemuda penting karena pencegahan perkawinan anak membutuhkan gerakan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri. Menurutnya, kampanye digital dapat menjadi salah satu ruang bagi pemuda untuk menyebarkan informasi secara kreatif dan menjangkau kelompok sebaya.

“Pemuda bukan hanya sasaran edukasi, tetapi juga bisa menjadi penggerak perubahan. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka dapat ikut menyampaikan informasi dan membangun keberanian untuk mencegah perkawinan anak di lingkungannya,” ujar Bintang, Selasa (29/9/2026)

Pada kesempatan yang sama, Bayu, Ketua Karang Taruna Desa Dukuhmencek menyambut dengan penuh antusias keterlibatan pemuda dalam isu tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan ruang bagi anggota Karang Taruna untuk memahami persoalan perkawinan anak sekaligus memikirkan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan di tingkat desa.

“Menurut saya isu perkawinan anak perlu terus dibicarakan karena masih berkaitan dengan kehidupan remaja di sekitar kita. Dari kegiatan ini, kami mendapat pengetahuan dan gambaran bagaimana pemuda bisa ikut memberikan edukasi melalui kegiatan maupun media sosial,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Short Course Data untuk Perubahan Sosial yang diselenggarakan Institut KAPAL Perempuan bekerja sama dengan Equal Measures 2030 pada Juli 2026. Tindak lanjut tersebut diarahkan agar pengetahuan yang diperoleh dalam short course dapat diterapkan dalam konteks lokal. Karang Taruna Desa Dukuhmencek selanjutnya didorong mengembangkan kampanye digital dan edukasi lanjutan secara mandiri. Dengan pendekatan tersebut, pencegahan perkawinan anak tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diupayakan berlanjut melalui keterlibatan pemuda dan kampanye yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....