Festival Kue Bulan Jember, Ajang Belajar Budaya & Pupuk Toleransi

  • 28 Sep 2026 18:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Tradisi dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan dapat menjadi ruang belajar yang inklusif bagi generasi muda untuk memahami pentingnya keberagaman. Semangat tersebut terpancar dalam gelaran Festival Kue Bulan yang diselenggarakan di Vihara Jaganatha Maitreya, Jember, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengenal lebih dekat tradisi kebudayaan Tionghoa.

Penanggung Jawab Vihara Jaganatha Maitreya Jember, Adiwijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai keberadaan tradisi dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga serta melestarikan warisan budaya. "Manusia itu hidup tidak lepas dari tradisi dan budaya. Harapannya, kami mengumpulkan para mahasiswa se-Jember untuk memberikan edukasi bahwa budaya dan tradisi itu butuh dilestarikan," ujarnya, Senin 28 September 2026.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Jember, Setiawati Karyasa, mengapresiasi kegiatan ini dan menjadikan acara tersebut sebagai sarana pembelajaran nyata. Ia mengajak para mahasiswanya untuk menjadikannya sebagai laboratorium sosial guna mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan. "Hari ini saya mengajak mahasiswa saya untuk memperingati Festival Kue Bulan sekaligus sebagai laboratorium sosial, bagaimana kita bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang mengandung toleransi, persatuan, dan harmonisasi," jelasnya

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari komunitas lokal. Anggota Peace Leader dan Komunitas Bagi, Agnes, memandang kehadiran para mahasiswa sebagai langkah positif dalam menanamkan nilai-nilai cinta kasih terhadap keberagaman sejak dini. Menurutnya, mahasiswa memegang peranan kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa dan dunia.

Agnes mengungkapkan rasa bangganya dapat bekerja sama dan berinteraksi langsung dengan para mahasiswa dalam momentum budaya ini. "Sebenarnya ini sebagai kebanggaan yang besar ya bisa kerja sama dengan anak-anak mahasiswa, karena mereka itu membawa masa depan bangsa khususnya dan masa depan dunia, bagaimana menerima keberagaman ini dengan penuh cinta," tutur Agnes

Sementara itu, salah satu mahasiswa peserta, Ruben Alexander Manurung, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dan wawasan baru dari keikutsertaannya dalam festival tersebut. Menurutnya, acara ini menjadi pintu pembuka bagi penguatan nilai-nilai toleransi di Indonesia. "Ini sebuah pembuka bagi toleransi di Indonesia, karena dengan adanya acara ini kita diperlihatkan bagaimana suatu agama yang berbeda daripada kita menunjukkan kebiasaan ataupun adat istiadat mereka," ungkap Ruben

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....