Gudep Pramuka Profesional: Kunci Cetak Karakter Siswa Tangguh

  • 28 Sep 2026 18:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Siaran langsung Sanggar Pramuka RRI Jember kembali membahas langkah strategis penguatan tata kelola kepramukaan di tingkat sekolah. Berdasarkan amanat Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Kwartir Nasional Nomor 05 Tahun 2026, seluruh Gugus Depan (Gudep) di Indonesia diwajibkan menyesuaikan struktur tata kelola baru secara profesional paling lambat pada 13 Juli 2027. Diskusi ini menekankan pentingnya kepemimpinan Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) dalam memajukan gerakan Pramuka.

Ketua Kuartir Ranting (Kwarran) Tempurejo sekaligus Ka Mabigus SDN Tempurejo 01, Kak Iin Sukmawati, S.Pd., menyoroti pentingnya peran Ka Mabigus sebagai fasilitator pembiayaan dan penyedia sarana prasarana sekolah. Ia menjelaskan bahwa dukungan anggaran kegiatan Pramuka kini diakomodasi secara resmi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang bersumber dari dana BOS. Selain anggaran, kesiapan fasilitas fisik juga terus ditingkatkan guna mendukung fleksibilitas waktu pembinaan siswa.

"Peran pertama Kamabigus adalah sebagai fasilitator material maupun finansial. Ada tata kelola anggaran yang jelas dan dimasukkan ke dalam ARKAS agar bisa dicover dari dana BOS. Selain itu, kami juga menyediakan sarana prasarana, seperti pemasangan lampu sorot di lapangan sekolah sehingga kegiatan Pramuka maupun Perjusami kini bisa dilaksanakan dengan aman hingga malam hari," ujar Kak Iin Sukmawati, Senin 28 September 2026.

Di sisi lain, Wakil Ketua 1 Kwarran Rambipuji sekaligus Ka Mabigus SDN Pecoro 02, Kak Orbeni, menekankan aspek manajerial internal dan kualifikasi para pembina. Menurutnya, keberhasilan pembentukan karakter peserta didik sangat bergantung pada keterlibatan aktif dewan guru yang telah tersertifikasi melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD). Setiap wali kelas diwajibkan mendampingi latihan rutin dan memastikan pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) siswa terukur dengan baik.

"Kamabigus tidak boleh hanya duduk diam, tetapi harus memantau progres pembinaan. Di sekolah, pembina yang menangani Siaga maupun Penggalang wajib berkualifikasi KMD. Keterlibatan wali kelas dalam latihan rutin tiap hari Sabtu juga memicu disiplin, hingga akhirnya para guru tergerak secara mandiri memakai seragam Pramuka lengkap. Investasi karakter anak-anak ini adalah hal yang paling utama," ungkap Kak Orbeni.

Selain penguatan internal di sekolah, keterlibatan masyarakat dan kemitraan strategis menjadi pilar pendukung kesuksesan Gugus Depan. Masing-masing sekolah menerapkan strategi komunikasi terbuka dengan wali murid serta warga sekitar. Inovasi layanan seperti kanal aduan / hotline sekolah hingga pelibatan lintas instansi seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terbukti mampu meningkatkan kepercayaan publik dan ketertarikan calon peserta didik baru.

Menutup sesi siaran, Kak Awi selaku pengasuh program Sanggar Pramuka RRI Jember menegaskan kembali prinsip dasar kepemimpinan dalam Gerakan Pramuka yang dikenal dengan filosofi Tutur, Uwur, dan Sembur. Sinergi antara bimbingan (tutur), pendanaan (uwur), dan doa serta dorongan moral (sembur) dari Ka Mabigus diharapkan dapat mendorong Gugus Depan di seluruh wilayah Jember dan Indonesia untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi muda berkarakter, tangkas, dan berwawasan kebangsaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....