Jembatan Koncer Ditambal, Rehab Permanen Disiapkan

  • 21 Sep 2026 13:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Jembatan Koncer di Kabupaten Bondowoso kembali mengalami kerusakan dan berlubang. Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk sementara memilih melakukan perbaikan tambal sulam sambil menyiapkan perencanaan rehabilitasi dan penggantian jembatan secara permanen.

Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, mengatakan perbaikan sementara dilakukan karena pemerintah saat ini tengah menyiapkan kajian teknis untuk rehabilitasi jembatan.

“Bukan perbaikan permanen, tapi perbaikan tambal sulam dulu. Kenapa ditambal sulam? Karena kita hari ini, bulan ini, sudah ada boring di situ untuk persiapan perencanaan. Perencanaan untuk rehab penggantian jembatan,” kata Ansori.

Menurutnya, hasil boring dan perencanaan teknis tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan anggaran serta mengusulkan program rehabilitasi jembatan.

Ansori memperkirakan kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi atau penggantian Jembatan Koncer mencapai sekitar Rp20 miliar. Namun, nilai tersebut masih berupa perkiraan dan akan disesuaikan dengan hasil perencanaan.

“Pengajuan itu kan dari perencanaan dulu. Butuh berapa sih anggaran? Perkiraannya butuh sekitar Rp20-an miliar,” ujarnya.

Sembari menunggu proses perencanaan, pemerintah daerah juga telah beberapa kali melakukan langkah pembatasan kendaraan yang melintas di Jembatan Koncer. Di antaranya memasang portal serta melakukan pengalihan arus dengan melibatkan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bondowoso.

Namun, upaya tersebut menghadapi kendala. Portal yang dipasang sebelumnya bahkan sempat ditabrak kendaraan hingga rusak dan tidak lagi berada di lokasi.

“Kita sudah melakukan portal, melakukan pengalihan arus, tapi ya tetap hilang. Padahal kita sudah melibatkan dari Dinas Perhubungan, dengan Satlantas juga. Itu kita sudah lakukan langkah-langkah seperti itu,” katanya.

Ansori mengatakan pemasangan portal telah dilakukan berulang kali. Bahkan, penjagaan pada malam hari juga pernah dilakukan untuk mencegah kendaraan berat melintas.

“Bukan hanya tiga kali, tapi sering. Kalau malam sudah ada yang menjaga, setelah itu sudah ada-ada lagi. Kita portal kemarin ditabrak, hilang,” tuturnya.

Dengan kondisi jembatan saat ini, kendaraan berat dan truk bermuatan diminta tidak melintas. Sementara kendaraan pribadi roda empat masih dinilai dapat melintas dengan tetap memperhatikan kondisi jembatan.

“Dengan kondisi seperti ini, truk bermuatan sudah tidak bisa lewat, sebenarnya. Tidak boleh lewat. Kalau kendaraan pribadi mungkin bisa, roda empat. Untuk kendaraan pribadi, insya Allah masih layak,” ujarnya.

Terkait target rehabilitasi, Ansori menyebut pemerintah masih dalam tahap pengusulan. Jika proses perbaikan permanen belum memungkinkan dilaksanakan pada 2026, program tersebut akan diusulkan untuk masuk pada 2027.

“Di 2026 kalau perbaikan tidak memungkinkan, tidak memungkinkan. Kita usulkan 2027,” katanya.

Pemerintah daerah saat ini masih melanjutkan proses boring dan penyusunan perencanaan teknis sebagai dasar untuk menentukan bentuk penanganan serta kebutuhan anggaran rehabilitasi Jembatan Koncer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....