Dirjen PAUD, Dikdas dan PNFI Resmikan Germas Situbondo
- 19 Sep 2026 14:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemendikdasmen, Gogot Suhawoto, meresmikan Program Gerakan Mandiri Anak Situbondo (Gemas) di Gedung Gelora Situbondo, Sabtu, 19 September 2026.
"Apresiasi kepada Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang telah meluncurkan Program Gemas. Program ini memadukan empat hal yakni pendidikan di sekolah, keluarga, masyarakat dan pendidikan media digital," ujar Gogot, sapaan akrabnya.
Gogot mengaku bahwa Gemas ini baru pertama kali ditemuinya, yakni integrasi dari empat pendidikan untuk menyiapkan generasi yang mandiri dan siap menyongsong masa depan. Terlebih lagi, dalam acara itu digelar juga EduFest, pameran hasil karya siswa.
"Kegiatan ini jarang-jarang ya, saya sudah keliling se-Indonesia, ini salah satu yang terbaik, yang pernah saya datangi. Karena ini memadukan empat hal itu," bebernya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan Program Gerakan Mandiri Anak Situbondo atau Gemas itu merupakan sebuah pemikiran murni dari Situbondo untuk menjembatani kepentingan masa depan anak-anak.
"Jadi, anak-anak itu pola pikirnya kita bangun dari awal agar mereka punya karakter, punya kebiasaan, bahwa kesuksesan itu tidak hanya dari bangku sekolah, tapi dari rumah juga. Misalkan dengan membiasakan mengerjakan pekerjaan rumah," bebernya.
Anak diberikan tanggung jawab oleh orang tua di rumah seperti menyapu, mencuci baju sendiri, dan menyiapkan kepentingan sekolah sendiri. Dengan begitu, anak akan terbiasa bertanggung jawab.
"Selain dari sekolah, mentalitas kita itu juga dibentuk dari rumah. Anak juga punya tanggung jawab di rumah seperti menyapu, mencuci bajunya, dan lainnya," ucapnya.
Kebiasaan anak di rumah juga akan menjadi bagian dari penilaian di sekolah. Jadi, apa yang menjadi tanggung jawab anak di rumah akan diawasi oleh orang tua dan akan dilaporkan kepada guru di sekolah itu.
"Kita konversi ke kurikulum nanti penilaiannya ya. Untuk teknisnya nanti bisa tanya langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....