NPL Situbondo Tinggi Dipengaruhi Kredit Bermasalah Korporasi

  • 17 Sep 2026 20:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Tingginya angka kredit macet atau NPL (non-performing loan) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hingga mencapai 29,87 persen, sebagian besar dipengaruhi oleh kredit korporasi salah satu perusahaan di Situbondo.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Jember, Aris Budiman, apabila kredit korporasi itu dikeluarkan maka angka kredit macet di Situbondo, hanya 5,04 persen, sama dengan rata-rata angka kredit macet di wilayah Sekarkijang.

"Bisa kita bayangkan betapa tingginya NPL atau kredit macet dari kredit korporasi tersebut," ujar Aris Budiman dalam acara Bankers Lunch - High Level Strategic Dialogue Asesmen Sektor Jasa Keuangan Kabupaten Jember di Aula Kantor OJK Jember, Kamis, 17 September 2026.

Tingginya NPL atau kredit macet sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Situbondo, karena akan menjadi pertimbangan para investor untuk menanamkan modalnya di Situbondo.

"Tentunya, investor akan melihat angka NPL untuk menanamkan modalnya. Kalau NPLnya tinggi, mereka akan berpikir dua kali. Sementara Situbondo, lagi gencar-gencarnya menarik investor," ucapnya.

Acara tersebut mengundang seluruh banker yang ada di Situbondo, antara lain BRI, BTN, BNI, Bank Jatim, BCA, BPR Jatim, Mandiri, juga pejabat terkait Pemkab Situbondo, dan Bank Indonesia (BI) Jember.

"Melalui forum ini, kami menyepakati beberapa hal, terutama kredit korporasi tersebut, bagaimana caranya ke depan angka kredit macet itu bisa turun secara bertahap," bebernya.

Aris Budiman mengemukakan, ada upaya-upaya yang akan dilakukan oleh beberapa bank besar di antaranya melalui restrukturisasi, likuidasi aset-aset yang menjadi jaminan hingga upaya pengambilan alih bisnis dari korporasi oleh investor.

"Kita sudah bicarakan bersama dan setelah ini kami sepakat akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi untuk menyusun langkah-langkah strategis. OJK selaku otoritas akan mendampingi dan mengawal terus proses komunikasi dan koordinasi," ucap Aris Budiman.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, berterima kasih kepada OJK karena telah difasilitasi melalui forum bersama bankers di Situbondo, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang terhambat oleh tingginya angka NPL.

"Forum ini sangat membantu kami yang mengalami kendala untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi. Semua upaya kami lakukan namun karena angka NPL sangat tinggi, kami harus melakukan upaya strategis," bebernya.

Bupati Rio menegaskan bahwa tingginya angka NPL atau kredit macet jika tidak dipengaruhi oleh kredit korporasi maka berada di angka 5,04 persen, sama dengan angka rata-rata NPL di wilayah Sekarkijang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang.

"Tadi performanya sekitar 5,04 persen ya. Saya kira itu tidak ada masalah, dan ini yang perlu diyakinkan kepada calon investor bahwa Situbondo masih sangat friendly untuk inivestasi," tuturnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....