Polsek Jatiroto Pantau Pembibitan Tebu di Puslit Sukosari

  • 16 Sep 2026 19:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang-Kepolisian Sektor Jatiroto, Polres Lumajang, terus mengintensifkan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui pemantauan pengembangan komoditas tebu sebagai bahan baku utama industri gula.

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi turun langsung meninjau proses pembibitan tebu di Pusat Penelitian (Puslit) Sukosari SGN PG Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Rabu 16 September 2026

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek didampingi Bhabinkamtibmas Briptu R Agung. Keduanya berdialog langsung dengan tim peneliti untuk menggali informasi mengenai proses pembibitan dan prospek pengembangan varietas unggul.

Fokus pemantauan kali ini adalah varietas tebu NXI-4T yang dikembangkan oleh Puslit Sukosari. Menurut penjelasan tim peneliti yang diwakili Neni dan Yeti, varietas tersebut menunjukkan performa produktivitas yang menjanjikan.

Pada fase Plant Cane, tebu NXI-4T tercatat memiliki produktivitas 91,1 ton per hektare, dengan rendemen 8,45 persen dan hasil hablur gula mencapai 7,77 ton per hektare.

Selain produktivitas tinggi, varietas ini juga memiliki keunggulan toleran terhadap kekeringan, sehingga potensial dikembangkan di lahan dengan keterbatasan air.

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi mengatakan, pemantauan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap stabilitas sektor pertanian.

"Kami turun langsung untuk melihat proses pembibitan dan berdialog dengan pihak Puslit Sukosari mengenai pengembangan tanaman tebu. Ini bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan," ujar Imam Rabu 16 September 2026

Menurutnya, informasi mengenai varietas yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi.

"Informasi mengenai varietas yang toleran terhadap kekeringan ini penting, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca dan ketersediaan air yang dapat memengaruhi pertanian," katanya.

Imam menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada komoditas padi dan jagung. Tebu memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keberlanjutan stok gula nasional.

Karena itu, pihaknya mendorong komunikasi aktif antara kepolisian, perusahaan, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar iklim produksi tetap kondusif dan setiap kendala di lapangan dapat dideteksi sejak dini.

"Kami ingin membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan bisa diketahui lebih awal dan dicarikan solusi bersama," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Polsek Jatiroto juga berdialog dengan karyawan SGN PG Jatiroto terkait upaya menjaga keberlanjutan produksi gula di tengah tantangan cuaca dan efisiensi lahan.

"Kami berharap pengembangan tanaman tebu dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi sektor pertanian maupun produksi gula. Polsek Jatiroto siap mendukung melalui komunikasi dan pendampingan di lapangan," pungkas Imam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....