Festival Prajekan Jadi Etalase Budaya dan UMKM Lokal

  • 16 Sep 2026 16:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendukung rencana pelaksanaan festival di Kecamatan Prajekan yang dinilai dapat menjadi sarana untuk mengangkat potensi budaya sekaligus produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kegiatan yang akan digelar pada Oktober 2026 tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, rencana festival tersebut memiliki nilai positif karena diinisiasi oleh kalangan pemuda dan mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat hingga pemerintah.

"Rencana festival ini sangat bagus untuk peningkatan budaya, khususnya di Prajekan. Apalagi ini datangnya dari pemuda. Keren sekali," ujar As’ad Yahya Syafi’i, saat dikonfirmasi pada Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda bersama tokoh senior, pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa menjadi kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemkab Bondowoso, kata dia, siap memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

"Kami hadir di sini sudah memberikan support, memberikan dukungan. Entah apa yang kemudian menjadi bagian kami untuk supporting-nya, insya Allah kami akan dukung," tuturnya.

As’ad menambahkan, festival tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi UMKM yang selama ini belum banyak dikenal. Produk-produk unggulan dari desa di Kecamatan Prajekan diharapkan tidak hanya memiliki pasar di Bondowoso, tetapi juga mampu dipasarkan lebih luas.

"Kami ingin tahu sebenarnya dari kegiatan ini potensi masing-masing desa itu apa, yang kemudian semisal ada yang layak jual. Tidak hanya untuk Bondowoso, tetapi juga daerah-daerah lain di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, menjelaskan bahwa Prajekan dipilih sebagai lokasi festival berdasarkan proposal yang diajukan panitia.

Menurutnya, pemilihan Prajekan juga relevan dengan potensi budaya yang dimiliki wilayah tersebut. Salah satunya Desa Prajekan Lor yang telah ditetapkan sebagai desa budaya di Kabupaten Bondowoso.

"Kalau kita bicara latar belakang, di Prajekan ini potensinya luar biasa. Potensi budaya, dari sini sebagai tempat bagaimana budaya Bondowoso berkembang," kata Gede Budiawan.

Ia menyebut, Prajekan juga memiliki sejumlah pelaku seni dan budayawan yang menjadi rujukan dalam menggali budaya lokal. Selain itu, terdapat potensi cagar budaya yang semakin memperkuat alasan Prajekan layak menjadi lokasi kegiatan.

Gede menilai festival tersebut dapat berfungsi sebagai etalase untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Prajekan. Karena itu, kegiatan festival tidak hanya diarahkan pada pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

"Kita, festival itu lebih seperti etalase. Jadi selama seminggu kita menjadikan festival ini sebagai etalasenya Prajekan," ujarnya.

Disparbudpora juga mendorong agar pelibatan UMKM tidak hanya berlangsung selama satu atau dua hari. Dengan pelaksanaan festival selama sepekan, pelaku UMKM dinilai memiliki waktu lebih panjang untuk memasarkan dan mempromosikan produk lokal.

"Kasihan kalau UMKM hanya dua hari. Tapi kalau seminggu, paling tidak mereka ada wadah untuk memasarkan dan mempromosikan produk-produk lokal di sini," tutur Gede.

Ia menegaskan, pelestarian budaya di Prajekan akan tetap dilanjutkan melalui pembinaan. Pelaksanaan festival diharapkan menjadi momentum untuk menggerakkan sektor seni budaya sekaligus perekonomian masyarakat.

Panitia juga diminta melibatkan berbagai unsur lokal, mulai dari tokoh pemuda, masyarakat, pemerintah desa, hingga pelajar. Dengan demikian, festival diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk mengembangkan potensi Prajekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....