AIESEC UNEJ Ungkap "Plot Twist" Berorganisasi dan Pengembangan Diri Anak Muda
- 16 Sep 2026 16:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru di luar bidang studi kerap menjadi kejutan manis bagi mahasiswa. Isu seputar dinamika kehidupan kampus dan pentingnya pengembangan diri ini menjadi topik utama dalam siaran live streaming program "Jaga Malam" segmen "NGUMPUL" di Pro 2 RRI Jember pada Senin, 7 September 2026.
Dipandu oleh host Ewin Ramadan, diskusi bertajuk "The Plot Twist of Joining AIESEC" tersebut menghadirkan dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (UNEJ) yang aktif di AIESEC in UNEJ, yakni Ezra Immanuel Nugroho (Team Leader of Outreach External Relation) dan Moh. Aldora Abel Afilyanta (Team Member of Global Amplifier Product Business Development).
Dalam siaran tersebut, keduanya mengulas plot twist menarik saat mahasiswa teknik yang identik dengan rumus dan hitungan rumit justru memutuskan nyemplung ke organisasi kepemudaan internasional. Keinginan awal yang hanya sebatas mencari pengalaman baru atau diajak teman, ternyata membuka pintu ke berbagai kesempatan belajar yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Ezra menuturkan bahwa latar belakang sebagai mahasiswa teknik tidak membatasi dirinya untuk mengasah keterampilan lunak (soft skill) di AIESEC. "Di teknik itu kan semuanya mostly cowok, yang ada cuma hitungan dan angka-angka. Tapi di AIESEC kita belajar banyak banget tentang sifat orang dan pengalaman kerja. Awalnya aku enggak bisa ngomong di depan banyak orang atau bahasa Inggris, tapi kita coba dulu aja untuk tahu hasilnya," ungkap Ezra saat membeberkan alasannya bertahan hingga tiga tahun di organisasi tersebut.
Hal senada disampaikan oleh Abel yang baru bergabung di tahun keduanya berkuliah. Mengambil peran lintas fungsi (cross-function) di bidang bisnis meski berlatar belakang teknik perminyakan memberinya sudut pandang baru dalam bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai jurusan. "Aku pengin belajar ilmu di luar jurusan. Di AIESEC isinya orang-orang FEB dan lain-lain, jadi aku bisa tahu sudut pandang mereka saat menghadapi masalah," jelas Abel.
Selain pengalaman lintas jurusan, AIESEC menjalankan sistem organisasi yang dirancang menyerupai simulasi startup company. Para anggota dituntut profesional dengan pelacakan kinerja oleh divisi HR, manajemen waktu yang ketat, hingga terjun langsung menggarap proyek sosial masyarakat seperti edukasi pencegahan stunting di sekolah hingga kampanye isu lingkungan.
Menjalani aktivitas organisasi di tengah padatnya jadwal kuliah dan ujian tentu memberikan tekanan tersendiri. Namun, momen-momen under pressure itulah yang justru menempa kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kepemimpinan mereka. Kedua narasumber menekankan pentingnya menjaga keseimbangan (work-life balance) serta tidak memasang ekspektasi berlebihan agar tetap dapat menikmati setiap proses belajar.
Melalui perjalanan di AIESEC in UNEJ, para generasi muda diimbau untuk tidak ragu keluar dari zona nyaman. Keberanian mengambil kesempatan baru, mau bersyukur atas setiap pencapaian kecil, serta konsistensi untuk terus belajar menjadi kunci utama dalam membentuk karakter diri yang tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....