Komisi II DPRD Situbondo: Program Vorsa UMKM Belum Optimal

  • 16 Sep 2026 01:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menilai bahwa Program Vorsa UMKM (Voucher Usaha, Pelatihan Kerja dan Pinjaman Modal Bunga Nol Persen bagi UMKM) belum berjalan optimal.

Program Vorsa UMKM ini adalah pinjaman lunak dengan 0 persen bunga dan tanpa biaya administrasi, karena sudah ditanggung oleh pemerintah daerah setempat yang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar pada APBD 2026. Namun program tersebut tidak efektif karena para pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman terkendala SLIK.

"Hingga Agustus 2026, anggaran yang terserap pada Program Vorsa UMKM hanya sekitar Rp7 juta dari alokasi Rp3 miliar," ujar Faisol Abd Syakur, Sekretaris Komisi II DPRD Situbondo, Selasa, 15 September 2026.

Faisol meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, mengalihkan dana tersebut untuk kegiatan produktif lainnya.

"Ada sekitar Rp2 miliar yang dialihkan untuk prorgram lainnya, sehingga tersisa Rp1 miliar untuk anggaran Vorsa UMKM itu," imbuh Faisol.

Menurutnya, anggaran program tersebut cukup disisakan sekitar Rp1 miliar dan dialihkan ke belanja modal, salah satunya untuk merenovasi pasar yang lantainya rusak, atapnya bocor atau kerusakan lainnya.

"Lebih baik dialihkan untuk program lainnya yang lebih memberikan manfaat dan terserap optimal," tegasnya.

Diinformasikan sebelumnya, Pemkab Situbondo mengalokasikan anggaran untuk Program Vorsa UMKM agar setiap pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman modal usaha maksimal Rp20 juta, tanpa membayar bunga dan administrasi.

Program tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama atau PKS dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim, dan ada tahun sebelumnya juga bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero).

"Pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman maksimal Rp20 juta, tentunya dengan memenuhi persyaratannya. Namun sayangnya yang bisa lolos mendapat pinjaman hanya beberapa orang saja. Rata-rata mereka terkendala SLIK," ungkap Faisol.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....