Banyuwangi Gandeng IAI Jatim Perkuat Pembangunan Berbasis Identitas Lokal
- 13 Sep 2026 07:13 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur untuk mendorong pembangunan daerah yang berkualitas, berkelanjutan, dan tetap berakar pada identitas lokal. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Banyuwangi, Jumat, 11 September 2026.
MoU ditandatangani langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy. Kolaborasi tersebut menjadi dasar sinergi dalam pengembangan infrastruktur, tata ruang, ruang publik, hingga kawasan pariwisata dengan melibatkan tenaga arsitek profesional.
Bupati Ipuk mengatakan pembangunan daerah tidak hanya mengejar aspek fisik, tetapi juga harus menghadirkan ruang yang nyaman, ramah lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan arsitek menjadi bagian penting dalam mewujudkan kualitas pembangunan tersebut.
“Arsitektur tidak hanya soal kemegahan, tetapi harus berpihak kepada masyarakat. Dengan kolaborasi bersama IAI, kami ingin memastikan ruang publik, taman kota, hingga tata ruang wilayah lebih nyaman, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” kata Ipuk, Jumat, 11 September 2026.
Ipuk menambahkan, Banyuwangi telah menerapkan konsep pembangunan hijau selama lebih dari 14 tahun. Sejumlah bangunan publik dirancang dengan tetap mempertahankan karakter lokal sekaligus memenuhi standar arsitektur modern dan keberlanjutan.
Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy menilai Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan perkembangan arsitektur paling pesat di Indonesia bagian timur. Menurutnya, konsistensi pemerintah daerah dalam mengangkat identitas lokal menjadi kekuatan utama pembangunan Banyuwangi.
“Kami melihat loncatan perkembangan bidang arsitektur yang cukup pesat di Banyuwangi hingga menjadikannya barometer arsitektur di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” ujar Fafan.
Ia menyebut salah satu tonggak penting adalah keberhasilan Bandara Internasional Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture, yang menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kualitas arsitektur daerah tersebut. Selain itu, jumlah arsitek teregistrasi di Banyuwangi juga terus bertambah, didukung puluhan konsultan perencana dan sarjana arsitektur yang kembali mengabdi di daerah.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, IAI Jawa Timur akan memperkuat pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui Komisariat Wilayah IAI Banyuwangi. Organisasi tersebut juga menggelar rangkaian Gesah dan Pameran Arsitektur pada 11–13 September 2026 sebagai ruang diskusi publik dan kolaborasi para arsitek lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....