Antrean BBM di Lumajang, Efek Domino dari Daerah Sekitar

  • 10 Sep 2026 17:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Lumajang sempat memanjang dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan pengendara pribadi, tetapi juga pelaku usaha, kurir, dan pengemudi yang membutuhkan BBM untuk mobilitas sehari-hari.

Persoalan itu dibahas dalam Dialog Jember Menyapa di Pro 1 RRI Jember, Kamis, 10 September 2026, dengan topik “Antrian Panjang Mewarnai SPBU di Lumajang”. Dialog menghadirkan Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang, Bonny Momenta, serta aktivis masyarakat Lumajang, Madiono.

Bonny menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan berkurangnya pasokan BBM untuk Kabupaten Lumajang. Menurutnya, pasokan Lumajang tetap berasal dari Surabaya, sementara peningkatan antrean terjadi karena adanya konsumen dari daerah sekitar yang beralih membeli BBM di Lumajang setelah mengalami kekosongan di wilayah masing-masing.

Kemacetan di kawasan Ketapang Banyuwangi sebelumnya berdampak pada distribusi BBM ke sejumlah wilayah seperti Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bondowoso. Kondisi kekosongan di wilayah tersebut kemudian membuat kendaraan yang melintas dari arah timur mencari SPBU terdekat yang masih memiliki persediaan, termasuk di Lumajang.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Lumajang melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina. “Sebetulnya tidak kurang, tapi karena ada banyak pembeli dari wilayah lain, kami perlu menambah karena memang kalau nggak bisa nanti juga susah untuk masyarakat,” kata Bonny.

Dari sisi masyarakat, antrean panjang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit karena pengendara harus menyediakan waktu tambahan untuk mendapatkan BBM. Madiono mengaku sempat mengalami kekhawatiran kehabisan bensin ketika melakukan perjalanan ke wilayah yang jaraknya cukup jauh dari SPBU.

Dampak antrean juga dirasakan oleh pekerja yang bergantung pada kendaraan, termasuk pengemudi ojek daring dan kurir. Madiono menyebut antrean BBM dapat membuat pengiriman barang maupun pesanan makanan terlambat, sementara sejumlah pengendara harus mengantre hingga lebih dari 30 menit.

Pemkab Lumajang kemudian berupaya menyesuaikan pasokan dengan meningkatnya konsumsi akibat masuknya pembeli dari daerah lain. Pemantauan stok dan antrean di lapangan serta koordinasi dengan Pertamina dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Lumajang di tengah kondisi distribusi yang terdampak dari wilayah sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....