Dampak Gangguan Pasokan, SPBU Lumajang Diserbu Warga
- 10 Sep 2026 13:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Antrean panjang kendaraan bermotor tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akibat limpahan warga dari daerah tetangga yang mencari pasokan bahan bakar. Kondisi ini memicu perhatian publik karena mengganggu kelancaran aktivitas harian masyarakat serta mobilitas sektor transportasi lokal yang bergantung pada ketersediaan energi harian.
Kepadatan arus pengisian bahan bakar ini tidak hanya dikeluhkan oleh para pengendara pribadi, tetapi juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil dan pekerja harian. Warga menilai waktu produktif mereka banyak tersita hanya untuk menunggu antrean di SPBU. Kelangkaan stok di tingkat pengecer turut memperparah situasi di tengah tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan penjelasan terkait lonjakan permintaan yang terjadi secara mendadak di wilayahnya. Pemerintah daerah menyatakan bahwa hambatan distribusi pasokan di wilayah Jember membuat sebagian masyarakat sekitar beralih memburu bahan bakar ke SPBU-SPBU di Lumajang.
"Jadi pengiriman ke Jember itu terhambat akhirnya stoknya beberapa kosong, efek dari itu banyak warga disana yang lari (isi BBM) ke Lumajang atau ke kota sekitarnya," ujar Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang, Bonny Momenta, Senin (7/9/2026). Lonjakan volume pembeli yang tidak biasa ini membuat kapasitas pelayanan SPBU mengalami tekanan berat dalam beberapa hari terakhir.
Dampak langsung dari antrean mengular ini juga dikeluhkan oleh para sopir angkutan umum dan pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilan hariannya di jalan raya. Mereka mengaku harus merugi secara materiil lantaran waktu kerja tersita berjam-jam demi mendapatkan jatah bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut membuat pendapatan bersih harian mereka merosot drastis dibandingkan hari-hari normal sebelum fenomena antrean terjadi.
Selain sektor transportasi umum, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampak negatif dari krisis pasokan sementara ini. Keterbatasan mobilitas pengiriman barang dagangan membuat rantai pasok produk lokal terhambat dan berpotensi menurunkan omzet penjualan pelaku usaha. Sejumlah warga berharap agar pihak pengelola SPBU dapat memprioritaskan kendaraan umum dan logistik esensial guna meminimalisir kerugian yang lebih luas.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak kepolisian bersama instansi terkait berencana memperketat pengawasan di setiap titik pengisian bahan bakar guna mencegah aksi penimbunan. Pengawasan ketat ini dinilai penting agar distribusi energi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan warga.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, sabar, dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang justru dapat memperparah keadaan. Penambahan pasokan dari pihak Pertamina secara bertahap diharapkan mampu menormalkan kembali kuota BBM di Lumajang dan sekitarnya dalam waktu dekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....