Antrian Panjang BBM di Lumajang Menghambat Aktivitas Masyarakat
- 08 Sep 2026 18:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Antrian panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat maupun tokoh masyarakat setempat karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Aktivis Lumajang, Arsat Subekti, menyayangkan terjadinya kelangkaan BBM yang membuat warga harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
"Kami menyesalkan terjadinya kelangkaan BBM di tengah masyarakat. Seharusnya ini tidak perlu terjadi jika distribusi dan pengawasan berjalan dengan baik," ujar Arsat kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, dampak dari antrian panjang di setiap SPBU tidak hanya sebatas keterlambatan waktu. Banyak pekerjaan warga yang seharusnya bisa diselesaikan tepat waktu menjadi tertunda.
"Kondisi demikian tentu menghambat kinerja dan aktivitas masyarakat, apalagi di tengah semakin melambungnya berbagai kebutuhan hidup sehari-hari," jelasnya.
Arsat juga menyoroti kesenjangan antara pernyataan pemerintah dengan kondisi di lapangan. Pemerintah sebelumnya menyatakan stok BBM di Lumajang dalam kondisi aman. Namun faktanya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan Pertalite di SPBU.
Bahkan sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga jauh di atas normal. "Jika harus beli eceran, satu liter Pertalite bisa mencapai Rp25 ribu," kata Arsat.
Ia menilai, jika persoalan ini terus dibiarkan, dampaknya bisa lebih luas. Selain mengganggu produktivitas, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga berpotensi menurun.
"Dengan kejadian ini, harusnya semua pihak, baik Pemerintah Daerah maupun aparat kepolisian, segera bertindak untuk mengatasi persoalan klasik ini. Jangan sampai situasi tidak nyaman ini terus terjadi dan menimbulkan apatisme masyarakat terhadap pemerintah," tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Pertamina maupun Pemkab Lumajang terkait penyebab antrian dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....