Solidaritas Universitas Jember Bagi Warga Ngada

  • 08 Sep 2026 01:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember : Gempa bumi tak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan. Bagi masyarakat yang mengalaminya, bencana juga meninggalkan rasa cemas, kehilangan, dan perjuangan panjang untuk kembali menjalani kehidupan.

Ketua LPPM Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., mengatakan, kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan dan kebencanaan.

“Universitas Jember memiliki komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi kebencanaan. Bantuan ini mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya meringankan beban mereka,” ujar Yuli, Senin (7/9/2026).

Di tengah situasi tersebut, kepedulian dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.Dari Jember, Jawa Timur, kepedulian itu datang melalui Universitas Jember.

Tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan atau PLHK LPPM Universitas Jember bertemu dengan Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penyerahan bantuan bagi masyarakat Kabupaten Ngada yang terdampak gempa.

Bantuan mungkin tidak mampu menghapus seluruh dampak bencana. Namun, bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit, dukungan sekecil apa pun dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit itu seorang diri.

Bagi Universitas Jember, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Pengetahuan, sumber daya manusia, dan jejaring yang dimiliki perguruan tinggi dinilai dapat dimanfaatkan tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan dan membangun ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Ketua PLHK LPPM Universitas Jember, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes., menegaskan bahwa kedatangan tim ke Ngada bukan sekadar membawa bantuan.

Ada pesan solidaritas yang ingin disampaikan kepada masyarakat terdampak.

“Kami datang bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa pesan solidaritas dari keluarga besar Universitas Jember untuk masyarakat Ngada. Kami ingin masyarakat terdampak mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ungkap drg. Banun.

Sebab, pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika bantuan tiba.

Di balik kerusakan fisik, terdapat persoalan sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dalam waktu yang lebih panjang.

Karena itu, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi sosial, dan berbagai pemangku kepentingan perlu berjalan bersama sesuai kebutuhan masyarakat.

Pertemuan Tim PLHK LPPM Universitas Jember dengan Pemerintah Kabupaten Ngada pun membuka ruang untuk memperkuat sinergi tersebut.

Bukan hanya untuk merespons bencana, tetapi juga untuk mendorong program pemberdayaan dan pemulihan masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.

Dari Jember ke Ngada, bantuan yang diserahkan mungkin hanya satu bagian kecil dari perjalanan panjang pemulihan.

Namun di tengah situasi sulit, solidaritas memiliki arti lebih dari sekadar materi.

Ia menjadi pesan bahwa setelah bencana datang, masyarakat tidak harus bangkit sendirian.

Dan dari sanalah semangat gotong royong menemukan maknanya—ketika kepedulian bergerak melampaui jarak, untuk hadir bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....