ASDP Gerakkan KMP Jatra I dan Portlink 0 Urai Kepadatan Ketapang
- 06 Sep 2026 14:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggerakkan KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 untuk memperkuat kapasitas layanan penyeberangan di tengah kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran konektivitas Jawa–Bali.
Berdasarkan pemantauan pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Ketapang mencapai sekitar 3 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Terminal Sri Tanjung. Sementara di sisi Gilimanuk, Bali, antrean tercatat sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, kepadatan kendaraan berdampak terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Karena itu, ASDP melakukan berbagai langkah operasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, serta keselamatan pelayaran.
| Baca juga: Wabup bersama Tim SAR Tabur Bunga di Laut |
“Kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan. Penggerakan armada menjadi salah satu upaya agar pergerakan kendaraan dapat lebih cepat terurai, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujar Heru, Minggu 6 Spetember 2026.
KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu, 5 September 2026 dan dijadwalkan tiba pada Selasa, 8 September 2026. Setelah tiba, KMP Jatra I akan memperkuat layanan lintasan Ketapang–Gilimanuk, sedangkan KMP Portlink 0 melayani lintasan Tanjung Wangi–Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas.
Selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, Pelabuhan Ketapang telah menyeberangkan 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan. Dari Pelabuhan Gilimanuk, tercatat 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan telah diseberangkan dalam periode yang sama.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, ASDP bersama regulator KSOP dan BPTD terus mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi dengan pola hingga 8 trip per hari. Evaluasi dilakukan secara berkala agar kapasitas armada yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat penguraian kepadatan.
“Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan,” jelas Media.
ASDP juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dalam mengatur arus kendaraan menuju maupun keluar dari pelabuhan. Pengguna jasa diminta merencanakan perjalanan, memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga perjalanan tetap tertib dan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....